Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL FEATURED

Aroma Harapan di Musim Hujan Pertama Montong: Ketika Petani Bergerak Serentak Menanam Jagung

Aroma Harapan di Musim Hujan Pertama Montong: Ketika Petani Bergerak Serentak Menanam Jagung

TUBAN, KANALINDONESIA.COM: Setelah penantian panjang di bawah terik kemarau, selembar harapan kini terhampar di tanah-tanah Desa Jetak, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban. Hujan deras yang mengguyur wilayah itu pada Rabu (22/10/2025) malam bukan sekadar air, melainkan sebuah komando alam yang disambut gegap gempita.

Sejak mentari belum sepenuhnya meninggi, area persawahan di Montong telah berubah menjadi panggung kehidupan. Warga berbondong-bondong, membawa benih dan cangkul, bergerak serentak. Tawa riang dan obrolan petani bersahutan, mengisi celah-celah lahan yang basah dan siap digarap. Pemandangan ini adalah ritual tahunan, dimulainya musim tanam jagung, sebuah siklus yang menghidupkan kembali denyut nadi pertanian desa.

“Kalau sudah musim tanam, ya beginilah suasananya. Setelah lama nggak turun hujan, begitu hujan deras datang, biasanya kami langsung turun ke kebun menanam jagung, serentak,” ujar Asmi, seorang petani yang ditemui di tengah kesibukannya menanam benih.

Bagi Asmi dan ratusan petani lainnya di Montong, hujan deras pertama adalah penanda paling otentik. Bukan hanya sekadar perubahan cuaca, melainkan sebuah isyarat kearifan lokal yang diwarisi turun-temurun. Tanah yang sudah lama kering kini kembali lembab, kondisi ideal agar benih jagung dapat bersemi.

Minan, petani muda yang menggarap lahan milik orang tuanya, ikut merasakan kegembiraan kolektif ini. “Baru mulai tanam hari ini, soalnya semalam hujan deras. Jadi ya, semua petani langsung bareng-bareng nanam jagung,” katanya.

Aktivitas tanam serentak ini mencerminkan solidaritas dan kepatuhan pada ritme alam. Mereka tahu, menanam pada waktu yang tepat, saat tanah mencapai kelembaban ideal pasca-hujan pertama, akan memaksimalkan peluang panen.

Harapan para petani ini pun diamini oleh pihak berwenang. Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kelas III Tuban, Mokhammad Nur, membenarkan bahwa Montong dan sekitarnya memang telah resmi memasuki periode musim penghujan.

“Berdasarkan Prakiraan Musim Hujan yang dikeluarkan oleh BMKG Stasiun Klimatologi Malang, untuk Montong sudah memasuki musim penghujan,” jelas Nur, Kamis (23/10/2025).

Ia menambahkan, kondisi cuaca di Tuban diperkirakan akan semakin mendukung aktivitas pertanian. “Insyaallah, berdasarkan Prakiraan Musim Hujan, hari hujan dan curah hujan cukup banyak dan mendukung untuk pertanian jagung,” tambahnya.

Kabar dari BMKG ini tentu menjadi angin segar bagi petani yang telah memasang modal dan harapan besar pada setiap biji benih yang mereka tanam.

Saat ini, di bawah langit Montong yang mulai mendung, setiap benih yang ditanam adalah janji panen, setiap langkah kaki di lumpur adalah doa agar hasil bumi melimpah. Aktivitas tanam jagung yang serentak ini bukan hanya kegiatan ekonomi, tetapi juga sebuah perayaan kecil atas dimulainya kembali siklus kehidupan di Desa Jetak, tempat harapan baru bersemi dari tetesan air hujan pertama.(Najib)

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita