Resmi! Ponorogo Ditetapkan UNESCO sebagai Kota Kreatif Global Bidang Kerajinan dan Seni Rakyat

Resmi! Ponorogo Ditetapkan UNESCO sebagai Kota Kreatif Global Bidang Kerajinan dan Seni Rakyat

bupati Sugiri bersama wakil bupati Lisdyarita saat membuka grebeg suro 2023.

PONOROGO, KANALINDONESIA.COM: Kabar membanggakan datang dari dunia internasional. Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) secara resmi menetapkan Ponorogo, Jawa Timur, Indonesia, sebagai anggota baru Jaringan Kota Kreatif UNESCO (UCCN) dalam bidang Kerajinan dan Seni Rakyat (Crafts and Folk Art).

Pengumuman bergengsi ini bertepatan dengan perayaan Hari Kota Sedunia (World Cities Day) 2025, yang jatuh pada tanggal 31 Oktober 2025 dan diumumkan di laman resmi unesco.org.

Direktur Jenderal UNESCO, Audrey Azoulay, menetapkan 58 kota baru dalam Jaringan tersebut, termasuk Ponorogo. Penetapan ini menjadi pengakuan atas komitmen Ponorogo dalam menjadikan kekayaan budaya lokalnya terutama seni pertunjukan ikonik Reog Ponorogo sebagai penggerak utama pembangunan perkotaan berkelanjutan.

Sebagai anggota UCCN, Ponorogo kini mengemban tugas global untuk menyumbangkan keahliannya dalam membangun komunitas yang dinamis melalui Kerajinan dan Seni Rakyat, khususnya Reog Ponorogo, kepada Jaringan global tersebut.

Ini juga berarti mempromosikan kehidupan perkotaan yang berpusat pada manusia dan mengembangkan beragam kegiatan budaya dan kreatif untuk warga, menanggapi seruan global UNESCO untuk menetapkan budaya sebagai barang publik global.

Bersama Ponorogo, kota dari Indonesia lainnya, Malang (dalam kategori Seni Media/Media Arts), juga turut bergabung dalam gelombang penetapan ini.

Dengan masuknya anggota baru ini, UCCN kini mencakup 408 kota di lebih dari 100 negara, yang semuanya berkomitmen untuk berbagi praktik terbaik dan mengembangkan kemitraan yang memanfaatkan kreativitas untuk transformasi kota yang berkelanjutan dan tangguh.

“Kota Kreatif UNESCO menunjukkan bahwa budaya dan industri kreatif dapat menjadi pendorong pembangunan yang nyata,” kata Audrey Azoulay, seperti dikutip dari laman unesco.org.

Lebih lanjut dikatakannya, “Kami memperkuat Jaringan di mana kreativitas mendukung inisiatif lokal, menarik investasi, dan mempromosikan kohesi sosial,” imbuhnya.

Penetapan ini membuka peluang emas bagi Ponorogo untuk terlibat dalam kolaborasi internasional, menarik investasi pada sektor ekonomi kreatif, dan meningkatkan citra kota di mata dunia. Selain itu, keanggotaan UCCN diharapkan dapat memperkuat upaya pelestarian dan regenerasi budaya Reog Ponorogo.

Sebagai anggota baru Jaringan Kota Kreatif UNESCO, Ponorogo kini sejajar dengan kota-kota lain di dunia, memanfaatkan kreativitas untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan, serta memposisikan Reog Ponorogo sebagai warisan global yang menjadi motor penggerak pembangunan daerah.