Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
Opini

Menganalisis Ekosistem Kreatif Ponorogo: Dilema Posisi Media dalam Penguatan Kota Kreatif UNESCO

Menganalisis Ekosistem Kreatif Ponorogo: Dilema Posisi Media dalam Penguatan Kota Kreatif UNESCO
  1. Mengintegrasikan Media Arts: Memastikan media terlibat bukan hanya sebagai fasilitator, tetapi sebagai mitra ekonomi yang menerima alokasi dan insentif pembangunan.
  2. Menghitung Invisible Value: Mengakui nilai tidak langsung (nilai promosi, branding, dan diseminasi) yang diberikan oleh media, dan mengkonversikannya menjadi dukungan finansial atau proyek bersama.

Dengan demikian, pengakuan UNESCO dapat menjadi momentum untuk membangun ekosistem kreatif yang benar-benar adil dan berkelanjutan, di mana setiap sektor, termasuk Media Arts, dapat “berbagi hidangan” ekonomi, bukan sekadar menjadi “tim hore” yang menahan lapar.

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita