Kiat Kontraktor Lokal Ponorogo Menangkan Tender Proyek Jalan: Update Data di E-Katalog Kunci Utama

Kepala DPUPKP Ponorogo, Jamus Kunto Purnomo,
PONOROGO, KANALINDONESIA.COM: Dalam upaya mempercepat perbaikan infrastruktur jalan di Ponorogo yang didanai pinjaman Rp100 miliar dan APBD, Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) menggunakan metode pengadaan barang dan jasa (PBJ) cepat seperti Lelang Cepat, SIKAP, dan E-Katalog.
Percepatan ini menargetkan total 167 paket pekerjaan/titik lokasi peningkatan jalan yang tersebar di seluruh wilayah Ponorogo, dengan anggaran sekitar Rp94 miliar. Dari jumlah tersebut, 158 titik dikerjakan melalui Penunjukan Langsung (PL) dan 9 titik melalui tender cepat.
Kepala DPUPKP Ponorogo, Jamus Kunto Purnomo, menegaskan bahwa peluang bagi kontraktor lokal untuk memenangkan paket proyek ini sangat terbuka. Namun, kunci utama bukan lagi kedekatan, melainkan kesiapan dan daya saing yang terintegrasi dengan sistem PBJ nasional.
Total proyek yang tengah digenjot adalah 167 titik lokasi. Sembilan titik pengerjaan utama yang telah melalui proses tender cepat, di antaranya adalah Peningkatan Jalan Ngrayun–Mrayan; Peningkatan Jalan Jeruksing–Jabung; Peningkatan Jalan Kota Lama–Jenangan; Serta 6 titik strategis lainnya.
Jamus Kunto Purnomo menekankan bahwa kontraktor lokal harus fokus pada pembenahan data dan rekam jejak mereka di sistem pengadaan. Inilah kiat utama agar kontraktor lokal bisa memenangkan tender, terutama melalui E-Katalog Wajib Update Data di SIKAP dan E-Katalog Kontraktor harus secara proaktif memperbarui dan meng-update data-data di laman, sistem, atau etalase E-Katalog mereka; Isikan semua kemampuan, produk, dan rekam jejak (track record) yang dimiliki di Sistem Informasi Kinerja Penyedia (SIKAP); Rekam jejak, meskipun dari pekerjaan kecil, penting untuk dimasukkan; Pertahankan Rating Agar Tidak Tenggelam
Menurut Jamus,dalam sistem E-Katalog yang berlaku secara otomatis dan nasional, daya saing kontraktor diukur melalui rating atau peringkat mereka. Jika kontraktor lama tidak mengakses atau tidak meng-update data, rating mereka akan turun ke bawah. Sistem akan secara otomatis mengundang semua yang memiliki Sertifikat Badan Usaha (SBU) yang sesuai, dan kontraktor dengan rating tinggi cenderung muncul lebih dulu dan lebih mudah dipilih.
Peringkat ini penting karena dinas tidak bisa memilih kontraktor yang berada jauh di urutan bawah tanpa alasan jelas, sebab akan menimbulkan pertanyaan dari kontraktor di urutan atas.
“Sistem yang dipakai di online yang E-Katalog dan lain sebagainya ini kan otomatis. Kami membuat paket, katakanlah seperti ini, maka yang memiliki SBU itu akan secara otomatis terundang oleh sistem, bukan oleh kami,” ujar Jamus, menekankan bahwa sistem bekerja layaknya platform e-commerce.
Jamus memastikan bahwa penggunaan E-Katalog ini sebetulnya memfasilitasi kesempatan bagi kontraktor lokal, asalkan mereka memiliki SBU yang sesuai dan daya saing yang baik.
Meskipun proyek harus dikebut dengan melibatkan banyak titik pengerjaan secara serentak, proses ini tetap diiringi pengawasan ketat. Setiap kegiatan perbaikan jalan memiliki lapisan pengawasan berlapis, melibatkan Konsultan Perencana, Konsultan Pengawas, dan Petugas Monitoring dari Dinas, di samping pekerjaan fisik itu sendiri.
Kontraktor lokal ditantang untuk segera menaikkan rating dan memperbarui data mereka agar siap bersaing dan memanfaatkan peluang proyek perbaikan jalan yang saat ini tengah digenjot Pemkab Ponorogo.















