PONOROGO, KANALINDONESIA.COM: Proyek pembangunan Monumen Reog dan Museum Peradaban (MRMP) senilai puluhan miliar di Gunung Gamping, Sampung, Ponorogo, terus berjalan dan mendekati penyelesaian struktur utama. Pembangunan fisik MRMP tahap I yang fokus pada struktur utama monumen Reog dilaporkan telah mencapai sekitar 98% dan ditargetkan rampung sepenuhnya pada pertengahan 2025.
MRMP merupakan proyek multiyears yang didanai APBD dan dirancang untuk menjadi landmark baru Ponorogo, menampilkan patung Reog yang diklaim akan menjadi salah satu yang tertinggi di dunia. Setelah penyelesaian struktur utama patung, proyek akan dilanjutkan dengan pembangunan Museum Peradaban dan fasilitas penunjang lainnya.
Namun, proyek ambisius yang dianggap krusial sebagai ikon budaya dan pariwisata Ponorogo ini kini menjadi pusat perhatian Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Lembaga antirasuah itu memastikan akan mendalami berbagai proyek pengadaan di Ponorogo, termasuk Monumen Reog dan Museum Peradaban (MRMP).
Plt. Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menyebut bahwa pemeriksaan tidak hanya fokus pada kasus suap jabatan, tetapi juga pengadaan barang dan jasa lainnya.
“Dari peristiwa tertangkap tangan di Ponorogo pada pekan lalu, tim kemudian juga mendapatkan informasi dan petunjuk adanya dugaan tindak pidana korupsi lainnya. Ini masih didalami,” kata dia.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo membenarkan adanya pendalaman kasus baru ini.
“Tim sedang melakukan pendalaman. (Kasus) baru,” ujar Budi Prasetyo, seperti dikutip dari cnnindonesia.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, KPK menemukan bukti dan petunjuk baru terkait dugaan korupsi pembangunan Monumen Reog saat menangani kasus dugaan suap pengurusan jabatan, suap proyek pengadaan, serta penerimaan gratifikasi yang berawal dari Operasi Tangkap Tangan (OTT).
Meskipun pembangunan berjalan lancar, PT Widya Satria, sebagai kontraktor pelaksana dengan nilai kontrak sekitar Rp73,875 miliar ini pun turut menjadi sorotan masyarakat.
Sorotan publik terhadap PT Widya Satria muncul sejak awal pengumuman pemenang lelang. Kantor perusahaan konstruksi ini di Surabaya diketahui berada dalam satu kelurahan dengan kediaman pribadi Bupati Sugiri Sancoko saat ia
Fakta irisan alamat ini memicu spekulasi mengenai potensi kedekatan atau kemudahan akses yang mungkin memengaruhi proses pengadaan barang dan jasa.
Pemerintah Kabupaten Ponorogo memastikan bahwa meskipun pucuk pimpinan daerah menghadapi kasus hukum, pembangunan MRMP akan tetap dilanjutkan.
Pemerintah Kabupaten Ponorogo selalu menegaskan lelang berjalan transparan, dan proyek ini dianggap penting terutama dalam rangka pengukuhan status Reog sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) UNESCO. Dinas terkait berkomitmen untuk menyediakan data yang dibutuhkan KPK demi menjamin akuntabilitas proyek.

