“Tentu kita berterimakasih atas kerja keras semua pihak, baik perolehan medali yang disumbangkan siswa SMP kita maupun siswa SMA kita. kita bersyukur dapat mempertahankan gelar Juara Umum ini. Mudah-mudahan prestasi ini terus menjadi pemecut semangat para siswa untuk menyuburkan penelitian yang bisa memberikan solusi bagi masyarakat luas,” ucap Aries, Minggu (16/11) usai pengumuman OPSI 2025.
Dikatakan Aries capaian prestasi Juara Umum ini merupakan kali kedua yang diukir para siswa di ajang OPSI. Sebelumnya di tahun 2024 lalu, Jatim juga sukses merebut Juara Umum dengan perolehan 23 medali. Dengan rincian 5 medali Emas, 7 Medali Perak dan 12 Medali Perunggu.
“Mempertahankan gelar Juara Umum ini tidak mudah. Karena pasti kompetitor juga menyiapkan kompetensi terbaiknya. Tapi, alhamdulillah, kontingen kita persiapannya juga lebih baik dari kompetitor lainnya,” ucap Aries.
Kadindik kelahiran Makassar ini juga menyebut, berjayanya Jatim di ajang OPSI tak lepas dari ekstrakulikuler Karya Ilmiah Remaja (KIR) yang secara masif ditumbuhkan secara subur di lingkungan sekolah. Siswa secara aktif melahirkan berbagai inovasi dan penelitian tiap tahunnya.
Sebagai informasi, adapun cabang keilmuan yang dikompetisikan meliputi Ilmu Pengetahuan Alam dan Lingkungan, Ilmu Pengetahuan Sosial, Kemanusiaan, dan Budaya dan Ilmu Pengetahuan Teknik dan Rekayasa.
Adapun untuk kontingen yang sukses merebut Medali Emas jenjang SMP kategori Ilmu Pengetahuan Alam dan Lingkungan adalah SMPN 1 Sedati; kategori Ilmu Pengetahuan Sosial, Kemanusiaan, dan Budaya dari MTsN 1 Kota Malang, Kemudian kategori Ilmu Pengetahuan Teknik dan Rekayasa diraih dari SMP Al Falah Darussalam SMPN 1 Surabaya, SMKN 1 Tapen dan MAN 2 Kota Malang.
Selanjutnya Medali Perak kategori Ilmu Pengetahuan Alam dan Lingkungan diraih SMP Progresif Bumi Sholawat MTsN 1 Kota Malang dan SMP Brawijaya Smart School. Kategori Ilmu Pengetahuan Sosial, Kemanusiaan dan Budaya diraih SMPN 1 Tempeh, MAN 1 Jombang, SMAN 1 Glagah dan. MAN 2 Mojokerto. Sedangkan kategori Ilmu Pengetahuan Teknik dan Rekayasa diraih MAN 1 Kota Malang dan MAN 2 Kota Malang.
Terakhir Medali Perunggu diraih SMPN 1 Kediri, SMP Sains Tebuireng, dan SMPN 6 Surabaya di kategori Ilmu pengetahuan Alam dan Lingkungan. Kemudian kategori Ilmu Pengetahuan Sosial, Kemanusiaan dan Budaya diraih MTsN 1 Tulungagung, dan MTsN 1 Blitar. Terakhir Penghargaan Khusus Budaya Lokal juga diberikan kepada MTsN 1 Blitar.

