Pemda DIY dan BULOG Perkuat Sinergi Ketahanan Pangan, Stok Beras DIY Aman Hingga Awal 2026

Pemda DIY dan BULOG Perkuat Sinergi Ketahanan Pangan, Stok Beras DIY Aman Hingga Awal 2026

foto : suara pasar

YOGYAKARTA, KANALINDONESIA.COM: Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemda DIY) menyatakan kesiapan penuh untuk memperkuat kerja sama dengan Perum Bulog dalam menjaga stabilitas dan ketahanan pangan di wilayah DIY. Penegasan ini disampaikan oleh Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, saat menerima kunjungan silaturahmi Kepala Perum Bulog Kantor Wilayah (Kanwil) Yogyakarta yang baru, Dedi Aprilyadi, di Gedhong Pareanom, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Selasa siang.

Dalam pertemuan tersebut, Paku Alam X menyambut baik penugasan Dedi Aprilyadi di Yogyakarta—sebelumnya menjabat di Kalimantan Barat—dan berharap koordinasi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) DIY dengan Bulog semakin solid.

“Kami siap bekerja sama dengan Bulog, baik melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP DIY) di sektor pertanian, maupun melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) dan Dinas Sosial DIY untuk sektor lainnya,” ujar Paku Alam X.

Menanggapi dukungan Pemda DIY, Dedi Aprilyadi menyampaikan komitmennya untuk memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan. Ia memastikan bahwa Bulog Kanwil Yogyakarta telah mengamankan stok beras menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Bulog Kanwil Yogyakarta saat ini menguasai stok 49.000 ton beras medium. Pasokan ini dinilai sangat mencukupi hingga akhir tahun 2025 bahkan melewati awal tahun 2026.

Secara total, Bulog Kanwil Yogyakarta (yang juga menangani sebagian Jawa Tengah) menguasai stok gabungan mencapai 172.000 ton. Dedi menjamin stok ini mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga pertengahan tahun 2026.

Jika terjadi peningkatan permintaan, Bulog memastikan pasokan dapat dikirimkan dari Jawa Tengah dalam waktu satu hari.

Untuk menjaga stabilitas harga, Bulog bersama dinas terkait saat ini gencar menyelenggarakan Gerakan Pasar Murah (GPM) yang berlangsung hingga 5 Desember 2025. Selain itu, Bulog secara rutin mendistribusikan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dengan rata-rata penyaluran mencapai 100 ton per hari di seluruh DIY.

Dedi Aprilyadi juga memaparkan kinerja Bulog dalam penyerapan gabah dan beras lokal. Selama tahun 2025, Bulog Kanwil Yogyakarta berhasil menyerap 46 ribu ton gabah dan beras, angka yang telah melampaui target yang ditetapkan sebesar 40 ribu ton. Hasil penyerapan yang melebihi target ini akan segera didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Selain fokus pada Stabilisasi Harga, Bulog terus melaksanakan penyaluran bantuan pangan, salah satunya di Kalurahan Kotabaru, Kemantren Gondokusuman, pada 30 Oktober 2025, yang menyasar 112 penerima manfaat.

Dedi menutup laporannya dengan menegaskan bahwa Bulog terbuka terhadap berbagai bentuk kerja sama, termasuk penyediaan komoditas untuk Program MBG (Membangun Desa/program sejenis), yang selama ini telah difasilitasi melalui mekanisme koperasi.