Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL JATIM

Banyak Ijazah Siswa Sekolah Swasta Ditahan, Ketua FPKS DPRD Jatim ini Desak Negara Hadir Lindungi Siswa

Banyak Ijazah Siswa Sekolah Swasta Ditahan, Ketua FPKS DPRD Jatim ini Desak Negara Hadir Lindungi Siswa

SURABAYA KANALINDONESIA.COM – Masa reses bagi anggota DPRD Jatim sama artinya dengan belanja masalah. Mendengarkan keluhan harapan dan keinginan agar hidup masyarakat di dapilnya bisa lebih baik , atau lepas dari masalah. Itulah yang juga diterima oleh
Ketua Fraksi PKS DPRD Jawa Timur, Lilik Hendarwati.

Bertemu dengan warga Danakarya daerah Ampel Surabaya, politiisi perempuan ini mendapat keluhan soal ijazah siswa yang masih ditahan oleh sejumlah sekolah swasta di Surabaya karena tunggakan biaya sekolah.

Dikonfirmasi terkait masih adanya ijazah siswa yang ditahan sekolah karena biaya, Lilik mengaku prihatin, namun sangat paham dengan situasi ini.

“Kondisi ekonomi masyarakat masih belum normal masih berat, banyak orang tua hanya mampu memenuhi kebutuhan dasar keluarga sehingga tidak sanggup membayar kewajiban pendidikan anak-anak mereka terutama di sekolah swasta,” ungkap Lilik prihatin.

Politisi perempuan pertama yang menjadi Ketua Fraksi PKS DPRD Jatim ini mengatakan bahwa biaya sekolah swasta memang masih lebih mahal dari Negri karena dukungan APBD masih minim.
“Karena gratis hanya berlaku untuk sekolah negeri, sementara di swasta mereka harus membayar berbagai kebutuhan. Banyak masyarakat yang bahkan untuk makan saja sulit. Jadi wajar jika ada tunggakan,” kata Lilik pada Rabu Rabu, (19/11/2025).

Anggota DPRD Jatim Dapil Surabaya itu menjelaskan bahwa sebenarnya Dinas Pendidikan telah memberikan program BPUPP sebagai dukungan operasional bagi sekolah swasta. Bahkan, sekolah swasta yang nekat menahan ijazah bisa dihentikan bantuan BOPP-nya. Namun dalam praktiknya, menurut Lilik, bantuan tersebut belum cukup menutup seluruh operasional sekolah.
“Secara hitungan saya, BPOPP itu tidak nutup operasional sekolah swasta. Di sisi lain, banyak orang tua tidak mampu bayar SPP. Makanya persoalan ini menumpuk,” ujarnya.

Lilik mengungkapkan bahwa beberapa warga Surabaya mengeluhkan ijazah dengan tunggakan bervariasi, bahkan ada yang mencapai Rp11 juta hingga Rp12 juta. Dinas Pendidikan, kata dia, bersedia membantu pembayaran jika tunggakan di bawah Rp5 juta, namun untuk nilai yang lebih besar sekolah juga memiliki keterbatasan.

Pada kesempatan itu, Lilik juga menyinggung bahwa fenomena penahanan ijazah hampir seluruhnya terjadi di sekolah swasta. Sekolah negeri, tegasnya, tidak memiliki kebijakan menahan ijazah siswa.
Meski memahami dilema operasional sekolah swasta, Lilik meminta pemerintah mencari solusi lebih sistematis agar kasus seperti ini tidak terus berulang. “Ini harus ada alternatif lain. Sekolah butuh dana operasional, tapi siswa juga berhak mendapatkan ijazah. Negara harus hadir,” imbuhnya.

Selain soal pendidikan, Lilik juga menyoroti tingginya angka pengangguran di Surabaya dan Jawa Timur. Menurutnya, meski ada investasi masuk, dampaknya belum signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja lokal. “Banyak lurah mengakui bahwa ketika ada investor masuk, tenaga kerjanya bukan dari masyarakat setempat. Artinya aturan yang mewajibkan melibatkan tenaga lokal belum berjalan,” kata Lilik.

Ia mendorong pemerintah memperketat regulasi ketenagakerjaan sekaligus memperluas akses pelatihan tanpa batasan usia, mengingat banyak korban PHK justru berusia di atas 40 tahun. Terlebih, kata Lilik, kebijakan Menteri Tenaga Kerja dari PKS sudah menegaskan bahwa penerimaan kerja tidak boleh membatasi usia.“Orang yang ingin belajar dan meningkatkan kemampuan harus diberi kesempatan, berapa pun usianya,” tegasnya.

Melalui reses ini, Lilik menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan hak pendidikan warga, memastikan tidak ada lagi ijazah yang tertahan karena kemiskinan, sekaligus mengawal kebijakan ketenagakerjaan yang lebih berpihak pada masyarakat Jawa Timur. Nang

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita