Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL JATIM

Khofifah Optimis Jatim Jadi Motor Ekosistem Halal Global, Lepas Ekspor Perdana di Festival 2025

Khofifah Optimis Jatim Jadi Motor Ekosistem Halal Global, Lepas Ekspor Perdana di Festival 2025

“Data ini sebetulnya menunjukkan bahwa tidak ada kaitan antara produk halal dan agama mayoritas yang dianut oleh warga bangsanya. Katakan Thailand punya target menguasai dapur halal dunia, kekuatan sumber income yang tidak ada kaitan dengan agama mayoritas dinegaranya,” ungkapnya.

“Ternyata negara-negara didunia juga punya target dari program yang menjadi andalan dan unggulan di masing-masing. Maka tugas kita menjelaskan bahwa sisi ekonomi dimana tidak ada kaitan dengan agama mayoritas yang dianut warga bangsanya,” imbuhnya.

Di akhir, kepada peraih penghargaan, Gubernur Khofifah berpesan untuk menguatkan industri halal termasuk IKM supaya bisa menjadi bagian dari kekuatan ekosistem, ekonomi dan industri halal penguatan di Jatim dan Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah menyerahkan apresiasi Pemerintah Kab/Kota dengan program Halal Terbaik, Sertifikat Halal, Penyelia Halal dan Industri dengan Ekosistem Halal terbaik yang diraih Kota Madiun, Kabupaten Sampang dan Kota Malang.

Gubernur Khofifah juga melepas ekspor halal ditandai dengan pemecahan kendi. Ada total tiga truk yang diberangkatkan yaitu pola snak sejumlah 39 ton atau senilai Rp3,3 miliar menuju Singapura.

Kemudian tapioca fiber sejumlah 25 ton atau senilai Rp1,056 miliar dengan tujuan USA. Terakhir, no brand butter cookies 400gr sejumlah 21,6 ton atau senilai Rp1,327 miliar ke Korea Selatan.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur Iwan mengatakan East Java Halal Industry Festival tahun 2025 merupakan salah satu upaya memperteguh posisi Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara dan motor penggerak ekonomi halal Indonesia.

“Dalam rangka penguatan infrastruktur industri halal, Jawa Timur memiliki strategi pengembangan Industri Halal,” kata Iwan.

“Ini juga didukung dengan adanya sarana prasarana atau infrastruktur pendukung, diantaranya 12 Lembaga Pemeriksa Halal (LPH), 81 Lembaga Pendamping Proses Produk Halal (LP3H) dengan 17.775  pendamping PPH yang siap mendampingi IKM untuk memproses sertifikat halal,” pungkasnya.

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita