Operasi SAR Longsor Banjarnegara Resmi Ditutup, BNPB Fokus Pemulihan Warga Terdampak

ARSO 25 Nov 2025
Operasi SAR Longsor Banjarnegara Resmi Ditutup, BNPB Fokus Pemulihan Warga Terdampak

BANJARNEGARA, KANALINDONESIA.COM: Upaya pencarian dan pertolongan (SAR) korban bencana longsor di Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, telah resmi berakhir pada hari Selasa (25/11/2025) setelah berlangsung selama sepuluh hari.

Keputusan berat untuk menghentikan operasi SAR ini diambil setelah melalui evaluasi komprehensif oleh seluruh unsur terkait, dengan mempertimbangkan tingginya risiko keselamatan di lapangan seperti kondisi tanah yang masih labil dan cuaca yang tidak menentu. Meskipun demikian, prioritas kini bergeser penuh ke fase pemulihan.

“Dengan ditutupnya operasi SAR, kini fokus kita adalah memastikan pemulihan menyeluruh, mulai dari pendampingan psikososial, pemenuhan hak-hak keluarga korban, hingga penyiapan relokasi bagi warga yang rumahnya berada di zona merah,” ujar Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB.

Pada hari terakhir operasi, tim gabungan berhasil menemukan lima jenazah tambahan yang kini dibawa ke RSUD Banjarnegara untuk proses identifikasi.

Sebagian besar keluarga dan kerabat korban hadir dalam prosesi penutupan operasi SAR, yang dilanjutkan dengan doa bersama dan tabur bunga di lokasi longsor.

Dalam suasana yang penuh haru, mereka menunjukkan ketabahan luar biasa menerima hasil akhir operasi yang secara teknis sudah tidak memungkinkan diperpanjang.

Selain korban jiwa, bencana ini juga mengakibatkan empat warga luka-luka, 1.019 jiwa dari 343 KK mengungsi di lima lokasi pengungsian dan rumah warga.

Kerugian material mencakup 206 rumah roboh, termasuk dua unit masjid, satu musala, jalur antar desa sepanjang 800 meter tertutup material, saluran irigasi 670 meter terdampak, persawahan warga, lima ekor sapi dan 125 kambing, tiga warung sembako, 11 warung lainnya, serta 24 kolam ikan.

Pada hari penutupan ini, tim gabungan berhasil menemukan lima jenazah tambahan, sehingga total korban meninggal dunia yang teridentifikasi menjadi 17 orang.

Namun, 11 korban lainnya masih belum berhasil ditemukan, menambah beban emosional bagi keluarga yang kini berangsur menerima keputusan akhir operasi tersebut.

BNPB berkomitmen untuk mendampingi warga Banjarnegara bangkit kembali melalui tahapan pemulihan yang sistematis.