BNPB Rilis Data Korban Jiwa Banjir dan Longsor Sumut-Sumbar-Aceh: 82 Meninggal, 52 Hilang
JAKARTA, KANALINDONESIA.COM: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis data terbaru korban jiwa akibat bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Sumatera Utara (Sumut), Sumatera Barat (Sumbar), dan Aceh. Hingga Jumat (28/11/2025) pagi, total 82 orang meninggal dunia dan 52 orang masih dinyatakan hilang dari tiga provinsi tersebut.
Pemerintah segera mengambil langkah cepat dengan mendirikan posko utama di Tarutung, Tapanuli Utara, sebagai pusat koordinasi penanganan darurat yang menjangkau tiga wilayah operasi.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa meskipun penanganan darurat diprioritaskan, pendataan tetap menjadi kunci utama.
“BPBD setempat masih terus melakukan pemutakhiran data dampak bencana hingga sore ini. Seluruh pendataan, termasuk jumlah korban jiwa dan kerusakan infrastruktur, masih bersifat sementara dan berpotensi mengalami perkembangan sesuai hasil kaji cepat lanjutan di lapangan,” tegas Abdul Muhari.
Pemerintah telah menetapkan tiga langkah prioritas utama dalam penanganan darurat bencana ini yaitu :
- Pemulihan Akses Darat dan Modifikasi Cuaca
Pemerintah memprioritaskan pemulihan akses jalur darat yang terputus akibat longsoran dan jembatan yang rusak. Kementerian Pekerjaan Umum telah menyiagakan alat berat. Selain itu, BNPB mengerahkan dua unit pesawat untuk mendukung penanganan melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), bertujuan mengurangi potensi curah hujan di lokasi terdampak.
2. Optimalisasi Logistik dan Bantuan
Dukungan logistik permakanan dioptimalkan kepada masyarakat melalui jalur udara. BNPB mengerahkan satu pesawat dan satu helikopter. Kepala BNPB, Letjen TNI Dr. Suharyanto, yang berkantor di Tapanuli Utara, menyatakan kesiapan mengerahkan helikopter tambahan jika diperlukan untuk menjangkau wilayah yang sulit diakses.
3. Pemulihan Komunikasi dan Listrik
Pemerintah mendorong PLN dan pengelola jaringan telekomunikasi segera memulihkan akses komunikasi GSM dan jaringan listrik di daerah terdampak. Pemulihan ini vital agar masyarakat dapat terhubung dengan kerabat dan keluarga mereka yang sempat kehilangan kontak selama beberapa hari terakhir.
Berikut rincian data korban jiwa yang dihimpun BNPB: Sumatera Utara: total 55 jiwa meninggal dunia dan 41 orang hilang; Tapanuli Tengah: 34 jiwa meninggal, 33 orang hilang; Tapanuli Selatan: 13 jiwa meninggal, 3 orang hilang; Tapanuli Utara: 3 jiwa meninggal, 5 orang hilang; Humbang Hasundutan: 4 jiwa meninggal; Pakpak: 1 jiwa meninggal; Aceh: 6 orang meninggal dunia dan 11 orang hilang; Bener Meriah: 5 orang meninggal, 9 orang hilang; Gayo Lues: 1 orang meninggal, 2 orang hilang; Sumatera Barat: 21 jiwa meninggal dunia.
BNPB juga membuka saluran komunikasi atau hotline yang dapat dihubungi oleh masyarakat yang masih kesulitan menghubungi keluarga di daerah terdampak melalui nomor telepon 081161645500 dengan menyertakan data keluarganya berupa nama, usia, jenis kelaman, dan alamat, serta titik lokasi terakhir.
Nantinya BNPB akan mengirimkan data tersebut ke koordinator personel BNPB yang sudah ada di setiap kabupaten atau kota terdampak guna melakukan pengecekan di lokasi.






















