BANGKALAN, KANALINDONESIA.COM: Peresmian Gedung Said Abdullah Sport Center (SAS Center) di Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Bangkalan – Jatim seminggu lalu. Mengundang kritik tajam dari para aktivis dan pegiat antikorupsi. Sejumlah pihak menilai penamaan gedung tersebut sarat kepentingan politik dan tidak mencerminkan penghargaan yang semestinya diberikan kepada tokoh yang benar-benar berkontribusi didunia pendidikan, khususnya bagi UTM itu sendiri.
Seperti diketahui, Said Abdullah merupakan tokoh senior PDI Perjuangan. Saat ini, menjabat Ketua Banggar DPR RI. Ia merupakan perwakilan Madura asal Kabupaten Sumenep, sama dengan asal Rektor UTM Bangkalan yang saat ini tengah menjabat untuk periode 2024-2029.
Tokoh LSM Lempar, Jimhur Saros yang juga mantan Ketua PWI Cabang Bangkalan, menyoroti keras penetapan nama SAS Center. Menurutnya, keberadaan nama tersebut tidak sebanding dengan warisan intelektual dan sejarah pendirian kampus yang justru tidak pernah diabadikan.
“Founder UTM itu Husein Soeropranoto. Tapi tidak ada penghargaan apa pun. Kontribusinya besar bagi dunia pendidikan dan pembangunan UTM. Lalu apa kontribusi SAS sampai namanya diabadikan seperti itu di kampus?” tanya Jimhur.
Lebih lanjut, Jimhur menuding peresmian gedung tersebut memiliki aroma politis yang kuat. Jimhur yang juga merupakan alumni Universitas Bangkalan (Unibang) sebelum nama kampus berubah menjadi UTM. Minta agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turun tangan menelusuri dugaan kejanggalan anggaran.
“Ini jelas terlalu politis. Kami meminta KPK untuk menyelidiki anggaran yang masuk ke UTM. Ada dugaan TPPU yang dibungkus dengan dalih bantuan pendidikan,” tegasnya.
Jimhur minta ada klarifikasi lanjutan dari UTM Bangkalan terkait sumber dan mekanisme pendanaan SAS Center maupun proses penetapan namanya.
Jimhur memprediksi polemik terkait SAS Center di UTM Bangkalan akan terus bergulir, terutama setelah munculnya desakan publik agar kampus lebih transparan dan tidak menjadi arena pencitraan politik terselubung.
“Seharusnya kampus lebih transparan dan tidak menjadi arena politik terselubung, ” pungkas mantan Ketua PWI Cabang Bangkalan tersebut.
Reporter: Sumaryanto

