CIREBON, KANALINDONESIA.COM – Event Ekonomi Kreatif (Ekraf) Bicara Film: Monetize Your Creativity sukses digelar di Kota Cirebon dan menarik ratusan peserta dari berbagai komunitas film, konten kreator, pelajar, mahasiswa hingga pelaku usaha kreatif. Kegiatan ini menjadi ruang diskusi sekaligus penguatan potensi pelaku industri kreatif, khususnya di bidang perfilman.
Acara tersebut diinisiasi Direktur Televisi dan Radio Deputi Kreativitas Media, Kementerian Ekonomi Kreatif, Pupung Thariq Fadillah. Ia menegaskan bahwa film memiliki peran strategis sebagai sarana promosi daerah dan mampu membuka peluang ekonomi luas bagi pelaku industri kreatif.
Pupung menjelaskan, sektor film berada di bawah Direktorat Film, Animasi, dan Video yang menjadi program unggulan Kemenparekraf. Menurutnya, potensi kreator lokal di Cirebon sangat besar dan perlu terus diberdayakan.
“Dapat kita ketahui, salah satu animasi buatan anak bangsa seperti Sapo Jarwo itu dikerjakan oleh kawan-kawan dari Cirebon. Itu luar biasa dan menunjukkan Cirebon punya potensi besar yang harus kita gali,” ujarnya.
Ia menambahkan, film bukan hanya karya seni, tetapi juga medium efektif untuk memperkenalkan kekayaan daerah, mulai dari budaya, keindahan alam, hingga kearifan lokal.
“Dengan film, kita bisa mengangkat potensi daerah ke tingkat nasional bahkan mancanegara. Ini sarana yang sangat baik untuk memperkenalkan Indonesia, khususnya Cirebon,” ucapnya.
Lebih jauh, Pupung menekankan bahwa pengembangan ekosistem kreatif membutuhkan kolaborasi pentahelix, melibatkan pemerintah, akademisi, industri, komunitas kreatif, dan lembaga keuangan.
“Kementerian tidak bisa berdiri sendiri. Kolaborasi menjadi keharusan. Tapi yang paling besar adalah diri kita sendiri. Jika bukan kita yang memulai, siapa lagi?” tegasnya.
Sebelum menutup sesi, Pupung memberikan motivasi kepada peserta untuk menjadikan kreativitas sebagai nilai ekonomi.
“Jadikan karya yang kita buat bernilai manfaat bagi diri sendiri dan keluarga. Berkarya yang menghasilkan, berkarya yang bisa meneteskan cuan,” tuturnya.
Sementara itu, Produser Oris Pictures, Risti Nanda Dhea Putri, mengapresiasi pelaksanaan workshop tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi ruang penting untuk memperkaya wawasan sekaligus membuka peluang kerja bagi para calon pelaku industri film.
“Ekraf sudah mengundang kami untuk mengisi acara di Cirebon. Ini salah satu kegiatan rutin Ekraf untuk memberikan workshop di beberapa daerah supaya peserta mendapat insight baru tentang konten kreator, produksi film, dan video untuk brand,” kata Risti.
Ia menyebut, kegiatan serupa sebelumnya telah berlangsung di Bandung dan Kediri, dan respons peserta di Cirebon tidak kalah meriah.
“Antusiasnya luar biasa. Banyak yang ingin tahu bagaimana peluang mendapatkan pekerjaan layak sebagai filmmaker dan bagaimana memproduksi konten atau iklan yang baik,” ungkapnya.
Workshop ini terbagi menjadi dua materi utama: teknis produksi serta aspek kreatif penyutradaraan. Risti memaparkan materi teknis produksi mencakup budgeting serta alur kerja profesional dalam proses pembuatan video.
Ekraf berharap kegiatan ini dapat melahirkan lebih banyak tenaga ahli kreatif yang mampu membuka lapangan kerja baru dan memperkuat ekonomi kreatif di tingkat daerah.
“Harapan dari Ekraf, ke depan semakin banyak tenaga ahli yang bisa membuka peluang pekerjaan,” pungkasnya.

