SURABAYA KANALINDONESIA COM – Sebanyak 7 truk besar bermuatan bantuan untuk pengungsi banjir dan longsor Aceh Sumatera diberangkatkan Bendahara DPD Gerindra Jatim, Ferdian Reza Alvisa. 7 truk ini berisi berbagai kebutuhan pokok, seperti pop mie, bubur instan, susu, biskuit, seribu kasur, selimut, dan sejumlah perlengkapan penting lainnya.
“Kenapa bukan beras sebab dari hasil koordinasi dengan Gerindra Sumatera, untuk bantuan beras sudah banyak termasuk bantuan pemerintah, ” ungkap Alvis disela-sela memberangkatkan bantuan untuk bencana Aceh dan Sumatera, Kamis (4/12/2025) di Kantor DPD Partai Gerindra Jawa Timur Jl Gayungsari Surabaya.
Alvis lantas menjelaskan setelah dana terkumpul sebesar 850 Juta Rupiah, Gerindra Jatim langsung berkoordinasi dengan DPD Gerindra Sumatera untuk memastikan kebutuhan mendesak para korban. Menurut Alvis, bantuan awalnya direncanakan berupa beras, namun stok beras di lokasi sudah melimpah dan sebagian telah dipenuhi pemerintah.
“Jadi apa yang paling dibutuhkan di sana, itu yang kita carikan di Surabaya,” jelasnya
Aksi cepat DPD Partai Gerindra Jawa Timur menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk korban bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera dan Aceh sebagai tindak lanjut dari instruksi Sekjen DPP Gerindra, Sugiono, agar seluruh kader Gerindra di Indonesia bergerak membantu masyarakat terdampak.
Ia menjelaskan bahwa penggalangan bantuan dilakukan secara gotong royong oleh seluruh kader Gerindra se-Jawa Timur. Ketua dan Sekretaris DPD Gerindra Jatim juga mengeluarkan instruksi resmi agar para kader memberikan bantuan secara sukarela.
“Alhamdulillah, dalam waktu dua hari terkumpul Rp805 juta,” kata Alvis
Ia berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban masyarakat yang tengah menghadapi musibah besar tersebut.
“Walaupun mungkin ini tidak seberapa, tapi keinginan kita, kita ikhlas, tulus bisa membantu meringankan beban yang ada di sana,” ujarnya.
Adapun bantuan tersebut diarahkan ke kantor DPD Gerindra Sumatera di Padang, dan proses pendistribusian selanjutnya diserahkan kepada pengurus Gerindra setempat.
“Rencana mau dikirim di Aceh, tapi ekspedisinya kayaknya tidak berani,
karena jalannya katanya banyak yang terputus,” jelas Alvis. Nang
“

