Lautan Guru Membanjiri Alun-alun Ponorogo, 8.000 Pahlawan Tanpa Tanda Jasa Rayakan HUT ke-80 PGRI
PONOROGO, KANALINDONESIA.COM: Alun-alun Ponorogo pada hari Sabtu (6/12/2025) diselimuti lautan seragam guru dari berbagai jenjang pendidikan, menandai puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Hari Guru Nasional (HGN). Apel akbar yang luar biasa ini berhasil mengumpulkan lebih kurang 8.000 guru, menegaskan soliditas dan besarnya peran tenaga pendidik di Kabupaten Ponorogo.
Ribuan guru yang hadir secara serentak menjadi pemandangan yang mengesankan, mencerminkan persatuan yang telah menjadi ciri khas organisasi ini sejak kelahirannya pada tahun 1945. Apel akbar ini dipimpin langsung oleh Ketua PGRI Kabupaten Ponorogo, Ruskamto.

Dalam sambutannya, Ruskamto menggarisbawahi pentingnya peran guru dengan mengutip filosofi yang selalu menginspirasi, “Guru bukanlah orang hebat, tetapi semua orang hebat pasti pernah dilahirkan dan disentuh oleh seorang guru,” tuturnya.
Pernyataan ini disambut dengan antusiasme ribuan guru, menyoroti martabat profesi yang mendasari segala bentuk kemajuan bangsa.
Ruskamto mengajak seluruh hadirin untuk terus mengimplementasikan tema peringatan tahun ini “Guru Bermutu, Indonesia Maju, Bersama PGRI Wujudkan Indonesia Emas.”

Meskipun acara ini kental dengan semangat perayaan, PGRI Ponorogo tidak melupakan perjuangan utamanya.
Ruskamto di hadapan ribuan anggotanya menyampaikan desakan serius kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo agar memperhatikan nasib dan kesejahteraan guru honorer.
”Kami memohon dan berharap kepada Pemerintah Daerah, kepada para pengambil kebijakan, untuk selalu memperhatikan nasib dan kesejahteraan para guru honorer,” tegas Ruskamto.
Selain tuntutan, PGRI turut menyampaikan kebanggaan atas prestasi anggotanya di tahun 2025 diantaranya yaitu dua guru berprestasi di tingkat nasional, lima guru berprestasi di tingkat provinsi dan tiga puluh enam guru berprestasi di tingkat kabupaten.
Apel akbar yang megah ini sekaligus menutup rangkaian kegiatan lomba dan pertandingan yang sebelumnya telah dilaksanakan di tingkat ranting dan cabang se-Kabupaten Ponorogo, menegaskan kembali PGRI sebagai wadah tunggal persatuan guru yang lahir 100 hari setelah Proklamasi Kemerdekaan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Ponorogo, Nurhadi danuri, saat memberikan sambutan mewakili Plt. Bupati Ponorogo Lisdyarita menegaskan bahwa Pemkab Ponorogo akan terus memperjuangkan peningkatan kesejahteraan, termasuk bagi guru honorer, melalui upaya percepatan formasi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Upaya tersebut merupakan bagian dari visi Pemkab yang meyakini bahwa pendidikan adalah investasi jangka panjang untuk kemajuan daerah dan kejayaan bangsa.
Mewakili Plt Bupati yang berhalangan hadir, Nurhadi juga menyampaikan permohonan maaf dan memastikan bahwa Plt. Bupati sangat bangga dan cinta kepada seluruh insan pendidikan di Ponorogo.
Disebutkan Nurhadi, Plt. Bupati berjanji akan betul-betul memperhatikan seluruh insan pendidikan di Ponorogo agar mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah daerah. Perhatian ini diperjuangkan untuk memastikan layanan pendidikan terbaik di Kabupaten Ponorogo.
Nurhadi juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh guru di Ponorogo atas dedikasi mereka yang tanpa lelah terus mendidik anak-anak, bahkan dalam situasi sulit.
Dalam rangka mencapai mutu pendidikan yang optimal, Pemkab Ponorogo telah melaksanakan berbagai program dan kebijakan diantaranya yaitu peningkatan sarana dan prasarana sekolah serta pemerataan kesempatan pendidikan bagi seluruh anak di Ponorogo, dari kota hingga pelosok desa, agar tidak ada anak yang tertinggal; penguatan kompetensi dan digitalisasi pendidikan melalui pelatihan dan inovasi pembelajaran berbasis teknologi menjadi skala prioritas yang akan dilakukan.
Peringatan HGN dan HUT PGRI tahun ini mengusung tema-tema yang menyoroti peran strategis guru “Guru Hebat Indonesia Kuat”. Guru hebat didefinisikan sebagai sosok yang kompeten, berdedikasi, dan inspiratif, mampu mendidik generasi penerus bangsa dengan ilmu, karakter, dan nilai-nilai kebangsaan.
HUT PGRI ke-80: mengusung tema “Guru Bermutu Indonesia Maju, Bersama PGRI Mewujudkan Indonesia Emas”. Tema ini menekankan peran guru sebagai teladan, inovator, dan cahaya yang menuntun generasi masa depan.
Nurhadi menutup sambutan dengan mengingatkan bahwa tidak ada tokoh sukses, mulai dari pemimpin, dokter, insinyur, hingga bupati, tanpa peran guru.
“Guru adalah pelita dalam gelap. Teruslah mengabdi, pelita bagi bangsa, inspirasi bagi generasi, dan pahlawan sepanjang masa,” tutupnya.











