Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL TUBAN

Sidak Proyek Bronjong Rp9,7 Miliar di Sumurgung, Kejari dan PUPR Tuban temukan Ketidaksesuaian Teknis

Sidak Proyek Bronjong Rp9,7 Miliar di Sumurgung, Kejari dan PUPR Tuban temukan Ketidaksesuaian Teknis
Sidak proyek bronjong di Desa Sumurgung, Kecamatan Montong, oleh Dinas PUPR-PRKP bersama Kejaksaan Negeri Tuban serta pemilik CV pada Jumat (5/12/2025). (Foto: Najib/kanalindonesia.com)

TUBAN, KANALINDONESIA.COM: Proyek pembangunan bronjong sepanjang 231 meter di Desa Sumurgung, Kecamatan Montong, yang semula digadang mampu mengatasi banjir tahunan seperti yang diharapkan, justru terpantau belum selesai secara sempurna. Temuan lapangan yang dilakukan Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PUPR-PRKP) bersama Kejaksaan Negeri Tuban pada Jumat (5/12/2025) memperlihatkan adanya kekurangan spesifikasi material dan ketidaksesuaian teknis pada bagian pekerjaan yang telah dinyatakan rampung.

Pekerjaan normalisasi sungai senilai Rp9.723.750.000 dari APBD 2025 ini dikerjakan oleh CV Cahaya Muda. Ruang lingkup pekerjaan mencakup normalisasi sungai sepanjang 230 meter, pembangunan dua check dam, pemasangan bronjong 231 meter di sisi kanan dan 230 meter di sisi kiri sungai, pemasangan u-ditch 111,6 meter, penempatan 77 cover u-ditch, serta 16 unit grill besi.

Perhatian publik terhadap salah satu Proyek Strategis Daerah (PSD) Tuban ini meningkat setelah batu isian bronjong dilaporkan keluar dari anyaman usai hujan lebat pada Rabu (12/11/2025) lalu. Peristiwa itu memunculkan dugaan awal soal penggunaan material yang tidak sesuai ketentuan, mengingat ukuran batu pengisi bronjong seharusnya berada dalam rentang 15–30 sentimeter, jika mengacu pada Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Dalam sidak tersebut, tim PUPR-PRKP dan Kejaksaan turut didampingi Arif, pemilik CV Cahaya Muda. Pemeriksaan dilakukan pada beberapa titik pekerjaan, terutama pada bagian bronjong yang menjadi sorotan warga.

Kepala Bidang Sumber Daya Air PUPR-PRKP, Sayang Mulyahati Rimbawan, menyatakan bahwa tim menemukan beberapa bagian bronjong yang tidak terisi penuh.
“Nanti bronjong yang kurang isian akan kita isi, kita evaluasi lagi dan nanti pengawas akan crosscheck kalau sudah betul, baru kita terima,” jelasnya selepas sidak.

Ia juga mengakui adanya temuan batu isian bronjong yang tidak sesuai spesifikasi. Menurutnya, hal tersebut perlu ditindaklanjuti agar hasil pekerjaan benar-benar memenuhi standar.
“Apa yang menjadi temuan kita hari ini, akan kami catat dan kita teruskan ke pelaksana untuk dilakukan tindakan selanjutnya,” ujarnya.

Meski masih terdapat kekurangan, Sayang menilai proyek ini tetap berpotensi memberikan manfaat besar jika diperbaiki dengan benar. Normalisasi sungai dan pembangunan check dam diharapkan mampu menekan banjir yang selama ini rutin melanda empat desa sekitar, mengganggu aktivitas warga dan para petani.
“Kita tinggal melakukan perawatan di check dam agar tidak dipenuhi sedimentasi lumpur,” tambahnya.

Sementara itu, Arif, pemilik CV Cahaya Muda, menyatakan komitmennya untuk menyelesaikan seluruh kekurangan yang ditemukan tim PUPR-PRKP dan Kejaksaan. Ia memastikan perbaikan akan diprioritaskan agar pekerjaan kembali sesuai standar teknis.

Saat ditanya mengenai penyebab kekurangan tersebut, Arif berdalih bahwa banyaknya paket pekerjaan dapat menyebabkan beberapa bagian tidak tertangani maksimal.
“Tapi akan segera kita perbaiki, apa yang menjadi temuan saat di lapangan,” pungkasnya.

Temuan ketidaksesuaian spesifikasi ini menegaskan bahwa pekerjaan belum sepenuhnya tuntas, meski proyek telah dinyatakan selesai. Infrastruktur yang digadang mampu menyelesaikan persoalan banjir empat desa seharusnya dikerjakan secara maksimal, mengingat dampaknya bersifat jangka panjang. Warga, khususnya masyarakat Desa Sumurgung, berharap perbaikan segera dilakukan agar proyek ini tidak hanya menjadi bangunan fisik, tetapi benar-benar berfungsi sesuai tujuan yang direncanakan. (Najib)

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita