Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL PONOROGO

Dinas Perdagkum Ponorogo Apresiasi Workshop Branding Fesyen, Harapkan Bantuan UMKM Berlanjut

Dinas Perdagkum Ponorogo Apresiasi Workshop Branding Fesyen, Harapkan Bantuan UMKM Berlanjut

​Ia juga menyoroti isu kerentanan perempuan,” yang terancam sebagai kelompok rentan adalah perempuan. Perempuan dengan jumlah kekerasan yang terjadi pada perempuan dan anak kan sampai hari ini juga belum turun signifikan,” katanya.

​Oleh karena itu, Novita mengajak para perempuan untuk masuk dalam ekosistem kreatif agar dapat membebaskan diri dari ancaman-ancaman kekerasan, misalnya dengan memproduksi tas ala Reog Ponorogo, membuat batik, atau menjadikannya mode ready-to-wear.

​
​Terkait pemasaran, Novita menekankan bahwa kualitas produk adalah hal fundamental yang tidak boleh diabaikan, meskipun pemasaran digital saat ini sudah sangat mudah.

​”Kadangkala pemasarannya sudah kencang banget, tapi ternyata ketika tamu, turis datang, atau pembeli datang, terus kemudian mereka kecewa dengan hasil. Sehingga ini itu saling melengkapi. Pemasaran penting, tapi fundamental juga penting,” tegasnya.

​Ia mengatakan bahwa pemasaran di era digital sangat mudah, hanya dengan memanfaatkan Instagram atau TikTok sudah bisa viral.

Namun, Novita berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo mengambil peran yang lebih besar sebagai fasilitator untuk membantu masyarakat memasarkan produk.

​”Masyarakat difokuskan saja sebagai produsen, memproduksi barangnya, dan kemudian pemerintah ini mengisi perannya sebagai pemasarannya, gitu lho. Diberikan fasilitas misalnya Tokopedia Toko Ponorogo,” usul Novita.

​Novita menilai potensi Ponorogo dalam menghidupkan ekosistem kreatif sangat besar, apalagi setelah kesuksesan Reog Ponorogo menjadi juara satu dan diakui UNESCO. Ia berharap masyarakat dan pemerintah Ponorogo konsisten dalam membangun creative hub.

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita