PONOROGO, KANALINDONESIA.COM: Plt Bupati Ponorogo, Lisdyarita, memberikan sinyal kuat terkait masa depan olahraga balap di daerahnya. Ia berkomitmen untuk merealisasikan pembangunan sirkuit motor permanen pada tahun 2027 mendatang. Komitmen ini disampaikan Lisdyarita, yang kini mendapat julukan istimewa “Bunda Racing,” di sela-sela penutupan ajang bergengsi JATIM Racing Series Kejurprov 2025 di Alun-Alun Ponorogo, Minggu (14/12/2205).
Seri keenam, yang juga bertindak sebagai grand final, menandai puncak rangkaian kompetisi balap motor Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) yang sebelumnya diselenggarakan di berbagai wilayah di Jawa Timur.
Lisdyarita, yang akrab disapa Bunda Rita, hadir langsung menyaksikan balapan yang melibatkan 24 kelas dan disaksikan antusias oleh ribuan penonton.
Menurut Lisdyarita, tingginya animo masyarakat Ponorogo yang menyaksikan langsung di pinggir sirkuit, ditambah dengan banyaknya pembalap lokal yang antre untuk ikut ambil bagian dalam balap simultan, menunjukkan adanya kebutuhan mendesak akan prasarana balap yang lebih representatif dan bersifat permanen.
“Seri balapan ini sangat penting karena memunculkan talenta-talenta pembalap daerah. Melihat antusiasme yang luar biasa ini, kami berharap Ponorogo tidak hanya menjadi tuan rumah, tetapi juga memiliki fasilitas balap yang layak. Mudah-mudahan, kita dapat membangun sirkuit yang kita impikan pada tahun 2027 mendatang,” ungkapnya.
Plt Bupati menegaskan harapannya agar Ponorogo terus menjadi bagian dari kalender Jatim Racing Series di tahun-tahun berikutnya.
Sementara itu, di lokasi yang sama, Sekretaris Ikatan Motor Indonesia (IMI) Jawa Timur, Pramudyo, menjelaskan bahwa penunjukan Ponorogo sebagai lokasi final seri merupakan keputusan panitia penyelenggara.
JATIM Racing Series Kejurprov 2025 diikuti oleh total 324 starter yang berkompetisi dalam 24 kategori balapan.
“Tingginya animo dan kualitas kompetisi terlihat dari kehadiran pembalap yang tidak hanya datang dari Jawa Timur, tetapi juga dari Jawa Tengah dan Bali,” ujar Pramudyo.
Ia menambahkan, IMI Jatim secara rutin setiap tahun mengadakan Kejurprov yang terdiri dari beberapa seri di berbagai daerah. Ponorogo terpilih sebagai lokasi grand final setelah lima seri sebelumnya sukses diselenggarakan di beberapa kota, yaitu Bondowoso, Tulungagung, Pamekasan, dan Kota Batu Malang. Jumlah total seri dan pemilihan lokasi sirkuit diputuskan berdasarkan hasil rapat kerja IMI Jatim tahunan.(Ist/kominfo)

