SURABAYA, KANALINDONESIA.COM: Aksi brutal sekelompok remaja bersenjata tajam yang meresahkan warga Surabaya akhirnya terbongkar.
Unit Jatanras Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak meringkus enam remaja yang terlibat dalam peristiwa pembegalan sepeda motor, di kawasan Jalan Bulak Kali Tinjang Baru, Surabaya, Sabtu (13/12/2025) malam lalu.
Peristiwa itu sempat viral di media sosial. Dalam rekaman yang beredar, tampak sejumlah remaja membawa senjata tajam berlari mengejar sekelompok pemuda, yang sedang nongkrong di lokasi kejadian.
Aksi tersebut memicu kepanikan, hingga korban melarikan diri dan meninggalkan sepeda motornya di tempat.
Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Wahyu Hidayat menjelaskan, para pelaku yang seluruhnya masih berusia di bawah 18 tahun itu tergabung dalam geng bernama Gaman Mbois Surabayans. Mereka adalah KNA (17), MDS (16), BW (16), EBS (15), MAA (16), dan AAS (17), seluruhnya warga Surabaya.
“Dari hasil pemeriksaan, motor korban sudah dijual oleh pelaku. Pengakuannya, kendaraan itu dilepas seharga Rp700 ribu kepada temannya,” ujar Wahyu, Rabu (16/12/2025).
Lebih lanjut, terungkap bahwa aksi tersebut dilakukan bukan karena motif ekonomi semata. Para pelaku mengaku berkeliling kota untuk membuat konten, sekaligus mencari kelompok lawan. Saat melintas di Jalan Kyai Tambak Deres, mereka melihat sekelompok pemuda di Bulak Kali Tinjang Baru dan mengira sebagai lawan.
Kelompok remaja itu kemudian memutar balik kendaraan, dan melakukan pengejaran dengan membawa senjata tajam. Aksi tersebut membuat korban dan teman-temannya panik. Dan meninggalkan sepeda motor di lokasi, yang kemudian dibawa kabur oleh pelaku.
Polisi juga menetapkan satu orang lain berinisial AD sebagai daftar pencarian orang (DPO), yang diduga sebagai penadah motor hasil kejahatan tersebut.
Saat ini, penyidik masih melakukan pengembangan, untuk menelusuri jaringan penadah. Serta mendalami kemungkinan keterlibatan pelaku dalam aksi serupa di lokasi lain.
“Kami akan menindak tegas segala bentuk kejahatan jalanan yang mengancam keamanan masyarakat,” pungkas Wahyu.(Anto)

