PONOROGO, KANALINDONESIA.COM: Seorang kakek berinisial R (90) ditemukan meninggal dunia akibat gantung diri di dalam kamar rumahnya, Dukuh Pandanderek, Desa Winong, Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo, Selasa (16/12/2025) pagi.
Depresi dan rasa lelah menjalani hidup diduga menjadi motif utama korban nekat mengakhiri hidupnya.
Istri korban, Djemitri (89), menemukan jasad suaminya pertama kali sekitar pukul 08.00 WIB. Saat itu, ia merasa curiga karena korban tidak kunjung terbangun dari tempat tidurnya. Ketika memeriksa kamar, ia mendapati suaminya sudah dalam posisi tergantung.
Panik melihat kondisi tersebut, Djemitri langsung memotong tali yang melilit leher korban menggunakan sabit dan berteriak meminta tolong kepada warga sekitar.
Kapolsek Jetis, Iptu Suprapto, mengonfirmasi kejadian tersebut setelah pihaknya bersama Tim Inafis Polres Ponorogo melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan pemeriksaan medis.
“Berdasarkan keterangan pihak keluarga, korban diduga mengalami depresi. Beliau sempat menyampaikan bahwa sudah merasa lelah menjalani hidup di usia senjanya,” ujar Iptu Suprapto saat dikonfirmasi awak media.
Lebih lanjut, Iptu Suprapto mengungkapkan bahwa aksi nekat ini bukan kali pertama dilakukan oleh korban. Berdasarkan keterangan menantu korban, Sri Windarti (49), korban tercatat sudah pernah melakukan percobaan bunuh diri sebanyak dua kali sebelumnya, yakni pada 27 November dan 2 Desember 2025.
“Korban sudah dua kali mencoba mengakhiri hidupnya namun berhasil digagalkan. Motifnya serupa, yakni merasa jenuh dan lelah dengan kondisinya,” tambah Iptu Suprapto.
Hasil identifikasi dari Unit Identifikasi Polres Ponorogo dan Puskesmas Jetis menunjukkan tidak ada tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban. Petugas menemukan ciri-ciri medis yang identik dengan kasus gantung diri, seperti lidah tergigit dan patah tulang leher bagian depan.
Di lokasi kejadian, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa tali sepanjang 80 cm, sebuah kursi plastik hijau, sabit, serta pakaian yang dikenakan korban.
Pihak keluarga menyatakan telah menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan autopsi lebih lanjut.
Jenazah kini telah diserahkan kepada keluarga untuk proses pemakaman.

