JAKARTA, KANALINDONESIA.COM: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa Siklon Tropis BAKUNG yang telah tumbuh sejak 12 Desember 2025 kini menunjukkan tren pelemahan intensitas.
Meski demikian, potensi tiga bibit siklon tropis lainnya terpantau aktif di sekitar perairan Indonesia, memerlukan pemantauan intensif.
Berdasarkan pemutakhiran data pada 15 Desember 2025 pukul 19.00 WIB, Siklon Tropis BAKUNG terpantau di Samudra Hindia, tepatnya sebelah barat daya Lampung, pada koordinat 10,8 LS – 92,2 BT.
Siklon ini membawa kecepatan angin maksimum sekitar 40 knot (sekitar 76 km/jam) dan mencatat tekanan udara minimum 993 hPa. Kondisi ini menempatkan BAKUNG dalam kategori 1 siklon tropis.
BMKG memprakirakan intensitas Siklon Tropis BAKUNG akan terus menurun dalam 24 jam ke depan, dan berpotensi melemah menjadi depresi tropis (tropical depression).
Tren pelemahan ini memberikan kabar baik bagi wilayah terdampak, namun potensi dampak tidak langsung tetap harus diwaspadai.
Selain BAKUNG, BMKG juga memantau pergerakan dua bibit siklon tropis di beberapa wilayah perairan; Bibit Siklon Tropis 93S, bibit Siklon Tropis 93S saat ini terpantau berada di selatan Jawa Timur pada sekitar 12,4 LS – 114,5 BT. Bibit ini memiliki kecepatan angin maksimum sekitar 20 knot (sekitar 37 km/jam) dengan tekanan minimum sebesar 1005 hPa. Potensi Bibit Siklon Tropis 93S untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan berada pada kategori Rendah. Bibit 93S dominan bergerak menuju arah barat.
Selanjutnya Bibit Siklon Tropis 95S, bibit Siklon Tropis 95S terpantau aktif di Laut Arafura, sebelah barat Papua Selatan, pada koordinat 9,4 LS – 135,4 BT. Bibit ini mencatat kecepatan angin maksimum sekitar 15 knot (sekitar 28 km/jam) dan tekanan minimum 1006 hPa. Sama dengan 93S, potensi Bibit Siklon Tropis 95S untuk meningkat menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan juga berada pada kategori Rendah.
Dampak tidak langsung dari sistem-sistem tersebut berpotensi memengaruhi kondisi cuaca dan perairan di beberapa wilayah Indonesia, berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, angin kencang, serta gelombang laut tinggi, sehingga masyarakat diimbau untuk tetap waspada.

