Warga Sampung Cegat Puluhan Truk ODOL, Paksa Sopir Putar Balik
PONOROGO, KANALINDONESIA.COM: Puluhan pemuda yang tergabung dalam Karang Taruna Desa Jenangan, Kecamatan Sampung, melakukan penyisiran (sweeping) terhadap truk tambang bermuatan berlebih atau Over Dimension Over Loading (ODOL) di jalur Pohijo-Sampung, Selasa (16/12/2025). Aksi ini merupakan bentuk protes warga terhadap aktivitas tambang yang dinilai melanggar aturan dan membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Dalam aksi tersebut, warga menghentikan paksa puluhan truk yang melintas di perempatan Desa Jenangan. Kendaraan-kendaraan besar yang mengangkut material tambang dari kawasan Ploso, Jawa Tengah, tersebut diminta menepi sehingga sempat memicu kemacetan arus lalu lintas di lokasi.
Koordinator aksi, Abu Siri, menegaskan bahwa warga memberikan tindakan tegas bagi sopir yang melanggar. Warga memaksa sopir memutar balik kendaraan melalui jalur Sayutan (Magetan) dan Purwantoro (Wonogiri). Dalam beberapa kasus, warga bahkan mewajibkan sopir menurunkan sebagian muatan di pinggir jalan sebelum diperbolehkan melintas.
Menurut Abu Siri, aksi ini dipicu oleh kekecewaan warga terhadap pengusaha tambang yang mengabaikan kesepakatan awal tahun 2024. Kesepakatan antara pengusaha, Pemkab Ponorogo, dan aparat tersebut mengatur tiga poin utama aktivitas truk hanya diperbolehkan di atas pukul 07.00 WIB; muatan maksimal dibatasi 8 ton; larangan melakukan konvoi saat berkendara.
“Mereka beroperasi saat jam berangkat sekolah sehingga sering memicu kecelakaan. Aturan sudah ada dan legal, tetapi Karang Taruna harus turun ke jalan agar sopir sadar aturan,” ujar Abu.
Ia juga menambahkan bahwa aktivitas tambang telah merusak infrastruktur jalan desa tanpa ada upaya perbaikan dari pihak pengelola.
Kapolsek Sampung, AKP Agus Suprianto, menyatakan dukungannya terhadap langkah masyarakat tersebut.
Ia mengaku pihak kepolisian telah berulang kali memberikan imbauan hingga melakukan razia tonase, namun para pelaku tambang tetap membandel.
“Kami setuju rakyat bergerak. Kami sudah berkali-kali melakukan razia terkait muatan ini, tetapi tidak diindahkan oleh mereka,” tegas AKP Agus.
Aksi penyisiran di jalur Pohijo-Sampung ini rencananya akan terus berlanjut hingga pihak pengelola tambang dan sopir benar-benar mematuhi regulasi yang berlaku











