SIDOARJO, KANALINDONESIA.COM : Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana secara resmi membuka Festival Udang dan Bandeng 2025 yang digelar di area Parkir Timur GOR Gelora Delta Sidoarjo, Jumat (19/12/2025). Festival ini menjadi upaya Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dalam mengangkat potensi produk lokal, khususnya sektor perikanan dan UMKM, agar mampu bersaing hingga ke pasar nasional dan internasional.
Festival Udang dan Bandeng diikuti oleh puluhan pelaku UMKM dari 18 kecamatan se-Kabupaten Sidoarjo. Berbagai produk olahan perikanan, aneka kuliner khas, hasil pertanian, hingga kerajinan dan produk rumahan dipamerkan dan dipasarkan di lapak-lapak yang disediakan oleh Dinas Perikanan Sidoarjo.
Sejak dibuka, festival ini langsung diserbu pengunjung. Aneka olahan bandeng dan udang, produk kuliner lokal, hingga hasil panen petani menjadi daya tarik utama. Tak hanya produk perikanan, sayur-mayur dan hasil pertanian lokal turut mendominasi lapak UMKM.
Salah satu pedagang hasil pertanian, Yanti (41), warga Kecamatan Wonoayu, mengaku dagangannya laris manis. Ia menjual berbagai jenis sayuran seperti cabai kecil dan besar, bayam, kangkung, sawi, wortel, dan sayuran lainnya dengan harga terjangkau, yakni serba Rp5.000.
“Alhamdulillah, dagangan saya laris Bu Wabup, sayurannya habis tinggal cabai saja,” ujar Yanti saat lapaknya dikunjungi Wakil Bupati Sidoarjo usai membuka acara.
Wabup Mimik pun memberikan apresiasi kepada Yanti karena dagangannya habis lebih cepat, yang menurutnya menjadi bukti bahwa masyarakat Sidoarjo memiliki kecintaan terhadap produk lokal.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perikanan Sidoarjo, Mahmud, menjelaskan bahwa Festival Udang dan Bandeng bertujuan untuk mengenalkan produk unggulan daerah agar mampu menembus pasar nasional hingga internasional. Selain itu, festival ini juga menjadi langkah untuk menghidupkan kembali tradisi Lelang Bandeng yang telah menjadi ikon Kabupaten Sidoarjo sejak tahun 1952.
“Lelang Bandeng merupakan warisan budaya dengan nilai sejarah yang tinggi bagi Kabupaten Sidoarjo. Dalam beberapa tahun terakhir sempat tidak dilaksanakan, sehingga melalui Festival Udang dan Bandeng ini kami berupaya mengembalikan eksistensinya agar tetap dikenal dan dicintai masyarakat,” jelas Mahmud.
Ia menambahkan, Festival Udang dan Bandeng 2025 dilaksanakan selama dua hari dengan berbagai rangkaian kegiatan, di antaranya lomba memasak olahan bandeng dan udang, pameran produk UMKM perikanan, serta promosi produk unggulan masyarakat pesisir.
“Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah produk perikanan lokal sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas bagi pelaku UMKM,” imbuhnya.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Festival Udang dan Bandeng 2025. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dalam mendukung sektor kelautan dan perikanan sebagai salah satu penggerak utama perekonomian daerah.
“Bandeng dan udang adalah komoditas unggulan Kabupaten Sidoarjo. Festival ini bukan sekadar seremonial, melainkan momentum penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya bagi para pelaku UMKM,” ujar Wabup Mimik.
Ia juga menegaskan komitmen Pemkab Sidoarjo dalam mendukung pengembangan UMKM melalui berbagai program permodalan, salah satunya fasilitas kredit usaha berbunga ringan melalui perbankan daerah.
“Kami menyiapkan program pembiayaan UMKM dengan plafon pinjaman mulai Rp5 juta hingga Rp50 juta tanpa agunan. Program ini harus dimanfaatkan secara optimal agar UMKM Sidoarjo bisa naik kelas dan semakin mandiri,” tegasnya.

