Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL MAGETAN

Penyandang Disabilitas di Magetan Mencapai 4.000 Orang

Penyandang Disabilitas di Magetan Mencapai 4.000 Orang

MAGETAN, KANALINDONESIA.COM: Dinas Sosial Magetan hari ini Senin, (22/12/2025) menyelenggarakan peringatan Hari Disabilitas Internasional(HDI). Bertempat di Pendopo Surya Graha, dihadiri bupati Nanik Sumantri dan para disabilitas beserta orang tuanya. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Magetan, Parminto Budi Utomo, menerangkan, kegiatan Peringatan HDI 2025 menjadi sarana penting untuk menguatkan mental dan motivasi keluarga penyandang disabilitas, khususnya para orang tua.

“Kami ingin memberikan hak hak yang sama bagi keluarga penyandang disabilitas. Banyak orang tua yang merasa sendirian ketika memiliki anak istimewa. Dengan kegiatan seperti ini, mereka menyadari bahwa mereka tidak sendiri,” ujarnya.

Diterangkan Parminto, untuk jumlah penyandang disabilitas di Magetan mencapai sekitar 4.000 orang yang tersebar di berbagai wilayah. Melalui pendampingan komunitas, seperti Sanggar Akademi YAGAMA, pihaknya telah menjangkau ratusan anak. Termasuk penyandang cerebral palsy (CP) yang membutuhkan perhatian khusus.

“Anak-anak CP ini sangat membutuhkan pendampingan, karena sebagian bahkan jarang mendapat perhatian optimal dari keluarga. Kami berterima kasih kepada komunitas, tetapi ini belum cukup karena masih banyak yang membutuhkan uluran tangan,” katanya.

Ia menambahkan, Dinas Sosial bersama komunitas berencana memperkuat peran relawan dan mentor agar pendampingan bisa menjangkau lebih luas. Selain itu, pihaknya juga mendorong lingkungan sekitar untuk lebih peduli dan membuka diri terhadap keberadaan penyandang disabilitas.

“Masih ada anak disabilitas yang disembunyikan karena stigma. Ini yang ingin kami ubah. Lingkungan dan tetangga harus ikut berperan agar orang tua mau terbuka dan memberikan hak penuh kepada anak anak mereka,” pungkasnya.

Sementara bupati Nanik Sumantri mengapresiasi kegiatan dalam peringatan HDI ini. Karena mampu mempertemukan anak anak disabilitas, orang tua, serta komunitas pendamping dengan menampilkan karya llukisan anak difabel, tarian dan peluncuran buku tentang perjuangan ibu mereka mendidik anak dengan difabel. Ia mengaku kagum melihat anak anak disabilitas mampu beraktivitas dan berkarya bersama meski memiliki keterbatasan.

“Saya sangat kagum. Anak anak disabilitas ini sudah bisa berlari bersama, berkegiatan bersama, dan menunjukkan bahwa mereka juga bisa berkarya,”katanya.
(Arif_Kanalindonesia)

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita