SURABAYA, KANALINDONESIA.COM: PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) secara konsisten memperkuat keberlanjutan bisnisnya melalui penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate Governance/GCG). Pada tahun 2025, TPS kembali menuntaskan penilaian GCG secara menyeluruh dengan menggunakan standar internasional ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS) sebagai acuan utama.
TPS kini memasuki tahun kedua penggunaan parameter ACGS setelah sebelumnya menggunakan indikator GCG BUMN. Langkah ini membuktikan komitmen perusahaan untuk menyelaraskan praktik tata kelola dengan benchmark regional yang lebih komprehensif dan berorientasi pada keberlanjutan.
Sekretaris Perusahaan TPS, Erika Asih Palupi, menegaskan bahwa asesmen ini merupakan strategi jangka panjang, bukan sekadar pemenuhan kewajiban administratif.
“Dengan GCG yang kuat, keberlanjutan bisnis dapat benar-benar terjaga,” ujar Erika pada Senin (22/12/2025).
Asesmen GCG di TPS mencakup empat bidang strategis memastikan perlakuan yang adil terhadap seluruh pemegang saham; fokus pada ketahanan perusahaan melalui aspek lingkungan dan sosial; pengungkapan informasi perusahaan secara terbuka dan akurat; optimalisasi fungsi pengawasan oleh Dewan Komisaris dan fungsi pengelolaan oleh Direksi.
Hasil penilaian menunjukkan bahwa TPS memiliki kesadaran yang kuat dalam mengadopsi prinsip ACGS. Keunggulan utama perusahaan terletak pada kelengkapan pedoman kerja serta efektivitas perangkat organisasi dalam mendukung kinerja manajemen.
Sebagai tindak lanjut, TPS tengah menyiapkan langkah strategis untuk menutup celah perbaikan dan meningkatkan kualitas implementasi GCG. Upaya ini bertujuan agar operasional terminal petikemas tidak hanya mengejar kinerja finansial, tetapi juga menjunjung tinggi transparansi dan akuntabilitas berstandar internasional.(Anto)

