SURABAYA, KANALINDONESIA.COM: PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo menghadirkan Pelindo Creative Hub sebagai pusat pembelajaran nonformal bagi anak-anak putus sekolah di wilayah ring 1 pelabuhan.
Program yang diluncurkan pada Rabu, 24 Desember ini, menjadi bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pelindo di sektor pendidikan. Yakni dengan fokus membuka kembali akses belajar, sekaligus menyiapkan kemandirian generasi muda.
Menurut Executive Director 3 Pelindo, Daru Wicaksono Julianto, Pelindo Creative Hub dirancang sebagai rumah inklusi yang aman dan ramah bagi peserta didik dari berbagai latar belakang, termasuk anak berkebutuhan khusus.
“Di dalamnya, kami mengembangkan dua pilar utama, yakni pendidikan kesetaraan melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Paket A, B, dan C. Serta pelatihan keterampilan berbasis kebutuhan kerja dan wirausaha,” ujarnya.
Ia menambahkan, pada fase awal operasional, Creative Hub menyelenggarakan pelatihan konten kreator dan pemasaran digital, kuliner dasar, komputer dasar, hingga barista.
“Lebih dari 50 anak terlibat sebagai peserta angkatan perdana, setelah melalui proses penjaringan aktif dengan pendekatan jemput bola bersama RT, RW, dan kelurahan setempat,” ungkapnya.
Daru juga menegaskan, bahwa program ini tidak berhenti pada penyediaan fasilitas belajar semata.
“Pelindo Creative Hub kami hadirkan sebagai ruang untuk menumbuhkan kembali harapan. Kami ingin anak-anak tidak hanya memperoleh ijazah kesetaraan, tetapi juga memiliki keterampilan hidup agar siap mandiri dan berkarya,” tuturnya.
“Keberadaan Creative Hub juga menjadi wujud komitmen Pelindo, dalam memastikan pembangunan infrastruktur berjalan seiring dengan pembangunan manusia. Setiap anak berhak atas kesempatan yang sama untuk belajar dan meraih masa depan,” pungkasnya.
Apresiasi datang dari Camat Pabean Cantikan, Muhammad Januar Rizal, yang menilai program tersebut menjawab persoalan sosial di wilayahnya.
“Inisiatif Pelindo sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat, khususnya bagi anak-anak yang terpaksa berhenti sekolah. Ini contoh kolaborasi nyata antara dunia usaha dan pemerintah, dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” tuturnya.
Ke depan, Pelindo berharap Creative Hub dapat berkembang menjadi model pendidikan inklusif yang berkelanjutan dan direplikasi di wilayah operasional lainnya.
Melalui program ini, Pelindo menegaskan komitmennya untuk merawat mimpi generasi muda di sekitar pelabuhan agar tidak terputus oleh keterbatasan.(Anto)

