PONOROGO, KANALINDONESIA.COM: Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Ponorogo, Lisdyarita, menaruh harapan besar agar generasi muda, khususnya Generasi Z (Gen Z) dan milenial, bersedia melanjutkan tongkat estafet di sektor pertanian. Hal tersebut ia sampaikan dalam tasyakuran swasembada pangan di Sukorejo, Ponorogo, Rabu(07/01/2026).
Lisdyarita menekankan pentingnya regenerasi petani agar ketahanan pangan di Kabupaten Ponorogo tetap terjaga di masa depan.
Menurutnya, keterlibatan anak muda sangat krusial karena sektor pertanian saat ini mulai membutuhkan sentuhan teknologi dan modernisasi yang akrab dengan keseharian generasi muda.
“Harapan saya nanti untuk teman-teman Gen Z atau teman-teman milenial, ini mulai diajarkan, mulai kita alihkan. Karena kalau tidak, nanti kalau Bapak-Ibu semuanya sudah sepuh, tidak ada yang meneruskan, ini bahaya,” ujar Lisdyarita di hadapan ratusan petani.
Untuk menarik minat kaum muda, Lisdyarita mendorong pengenalan alat-alat pertanian modern yang lebih efisien. Ia berharap para pemuda dapat melihat potensi pertanian melalui platform digital seperti YouTube sehingga mereka menyadari bahwa bertani di era sekarang bisa dilakukan dengan cara-cara yang lebih canggih dan tidak lagi dianggap tertinggal.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengapresiasi kerja keras para petani yang berhasil membawa Ponorogo masuk dalam daftar 10 besar daerah penghasil beras terbesar di Jawa Timur. Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mendukung produktivitas petani, mulai dari penurunan harga pupuk, penyediaan bibit unggul, hingga program listrik masuk sawah (PLN) untuk mengantisipasi musim kemarau.
Acara ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda, Dinas Pertanian, Perikanan, dan Ketahanan Pangan, serta perwakilan kelompok tani (Gapoktan) se-Kecamatan Sukorejo.

