PONOROGO, KANALINDONESIA.COM: Kabupaten Ponorogo mengukuhkan posisinya sebagai salah satu daerah penyangga pangan utama di Jawa Timur. Saat ini, Ponorogo berhasil menembus jajaran 10 besar kabupaten yang menjadi lumbung pangan dari total 38 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur.
Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, dan Ketahanan Pangan (Dipertahankan) Ponorogo, Hery Sutrisno, menyampaikan capaian ini dalam acara tasyakuran di Kecamatan Sukorejo. Ia menegaskan bahwa Ponorogo terus konsisten menjaga status swasembada pangan di tengah berbagai tantangan sektor pertanian.
“Kita patut bersyukur Ponorogo masuk menjadi lumbung pangan yang 10 besar di Jawa Timur. Dari 38 kabupaten/kota, kita tetap berada pada jalur swasembada pangan,” ujar Hery Sutrisno di hadapan para petani dan jajaran Muspika, Rabu (7/1).
Hery menambahkan, keberhasilan ini tidak lepas dari peran 164 penyuluh pertanian yang per 1 Januari 2026 resmi beralih status menjadi pegawai Kementerian Pertanian RI. Ia meyakini peralihan status ini akan memperkuat koordinasi langsung dengan pusat, sehingga kebutuhan inovasi dan sarana prasarana petani di Ponorogo dapat terpenuhi lebih cepat.
Dalam kesempatan yang sama, Plt. Bupati Ponorogo, Hj. Lisdyarita, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para petani yang telah bekerja keras hingga mencapai surplus beras. Ia menekankan bahwa kesejahteraan petani harus menjadi prioritas utama seiring dengan capaian prestasi tersebut.
“Harapan saya karena hari ini kita surplus beras dan Ponorogo masuk 10 terbesar di Jatim, para petani harus terus semangat. Petani Ponorogo ini harus sejahtera,” kata Lisdyarita dalam sambutannya.
Lisdyarita juga mendorong adanya regenerasi petani dengan memperkenalkan teknologi pertanian modern kepada generasi milenial dan Gen-Z. Menurutnya, penggunaan alat mesin pertanian (alsintan) modern serta program pendukung seperti “listrik masuk sawah” akan menjadi daya tarik bagi kaum muda sekaligus menjaga produktivitas saat musim kemarau.
“Kita akan terus siapkan bibit dan alat-alat pertanian modern supaya pemuda-pemudi mau bertani. Dengan dukungan prasarana yang baik, kita optimistis Ponorogo mampu terus mendukung ketahanan pangan nasional,” pungkasnya.
Prestasi masuknya Ponorogo dalam jajaran 10 besar lumbung pangan Jatim ini diharapkan menjadi motivasi bagi pemerintah daerah untuk terus meningkatkan ketersediaan pupuk dan fasilitas pendukung lainnya bagi para pahlawan pangan di Bumi Reog.

