Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL BANDUNG

Hari Pertama Pendistribusian, BGN Pusat Kunjungi SPPG Yayasan Pramaguna Nasional di Batujajar Bandung Barat

Hari Pertama Pendistribusian, BGN Pusat Kunjungi SPPG Yayasan Pramaguna Nasional di Batujajar Bandung Barat

BANDUNG BARAT, KANALINDONESIA.COM : Hari pertama pendistribusian setelah libur Nataru, Badan Gizi Nasional (BGN) Pusat mengunjungi Satuan Pelaksana Program Gizi (SPPG) Yayasan Pramaguna Nasional di Desa Pangauban, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, pada Kamis (8/1/2026).

Rufriyanto Maulana Yusuf selaku Direktur Manajemen Risiko Pemenuhan Gizi di Badan Gizi Nasional (BGN) Pusat, menyampaikan tujuan kunjungan tersebut untuk memastikan program pendistribusian yang serentak di seluruh Indonesia berjalan lancar, aman, berkualitas, dan sesuai dengan teknis yang sudah ditentukan BGN.

“kegiatan hari ini merupakan kunjungan kami di beberapa SPPG perwakilan. Kami semua pejabat struktur di BGN memang ditugaskan mendatangnya atau mengecek langsung proses operasionalisasi distribusi MBG hari pertama jadi hari ini adalah hari pertama pendistribusian MBG untuk tahun 2026,” jelasnya.

Maulana Yusuf menyebutkan, kunjungannya juga tak lain untuk memaknai penguatan pondasi komitmen dan mensupport SPPG menuju Indonesia emas.

“Di desa pangauban, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat ini Jadi kami ingin memastikan bahwa pendistribusian MBG di hari pertama ini bisa berjalan dengan baik dan lancar sesuai dengan petunjuk teknis yang ditentukan oleh badan gizi nasional, dan juga kami ingin melihat dan mendorong dan memberikan support juga dukungan kami dari BGN bahwa pada hari pertama itu menu yang berkualitas menu yang baik untuk para penerima manfaat,” tambahnya.

Sejauh ini, Program MBG selama satu tahun ini setidaknya pemerintah sudah membuka lapang pekerjaan di seluruh Indonesia sebanyak 789.318 tenaga kerja dan melibatkan 46.955 supplier.

“Program MBG ini sudah menyerap 789.318 tenaga kerja di seluruh Indonesia dan juga melibatkan sampai dengan 46.955 supplier untuk bisa menyuplai bahan baku ke SPPG mulai dari RT, UMKM, koperasi, bumdes dan bumdesma koperasi Desa merah putih maupun supplier lainnya yang telah terlibat secara langsung dalam rantai pasok program MBG,” katanya saat diwawancara media.

Sementara, Hendrik Irawan Selaku Owner Yayasan Pramaguna Nasional mengatakan, pihaknya akan memberikan yang terbaik dalam penyajian menu untuk penerima manfaat ibu hamil (Bumil), balita dan anak-anak sekolah.

Hendrik merespon positif dengan adanya program MBG. Ia pun akan terus mendukung program presiden Prabowo Subianto dengan memberikan pelayanan yang terbaik demi penerima manfaat di wilayahnya.

“Kami sangat mendukung program ini dan mungkin saya pun merasa diperhatikan. Dengan program Bapak Presiden Prabowo Subianto kedepannya kita akan lebih baik lagi akan memberi pelayanan terbaik dan akan memberi kualitas rasa dan berkualitas,” kata hendrik.

Untuk saat ini, penerima manfaat diwilayah Desa Pangauban sendiri sebanyak 4.000. Rencananya pada bulan depan, penerima manfaat akan bertambah menjadi 12.000 penerima manfaat. Di SPPG Yayasan Pramaguna Nasional memiliki kapasitas 24.000 penerima manfaat kedepannya.

“Penerima manfaat 4000 tapi untuk bulan depan itu diangkat total 12.000 untuk dua gedung karena masih ada gedung SPPG yang belum berdiri gitu ya jadi sama dapur Kami masih bisa di cover 24.000,” tegasnya. (Fey)

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita