PATRIN DIY Siapkan Kejurprov Tuli 2026, Wagub DIY Tekankan Kesetaraan Hak Atlet Luar Biasa

PATRIN DIY Siapkan Kejurprov Tuli 2026, Wagub DIY Tekankan Kesetaraan Hak Atlet Luar Biasa

foto: jogjaprov

YOGYAKARTA, KANALINDONESIA.COM: Dewan Pengurus Persatuan Atlet Tuna Rungu Indonesia (PATRIN) bersama pengurus daerah DIY menemui Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, untuk melaporkan kesiapan penyelenggaraan Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Tuli DIY 2026. Pertemuan yang berlangsung di Gedhong Pareanom, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, pada Jumat (09/01) tersebut membahas penguatan pembinaan atlet tuli di wilayah Yogyakarta.

Dalam laporannya, PATRIN DIY memprioritaskan empat cabang olahraga (cabor) utama untuk dilombakan, yakni bulu tangkis, tenis meja, atletik, dan renang. Wakil Sekretaris Jenderal DPP PATRIN, Agung Baghaskoro, menjelaskan bahwa pemilihan keempat cabor tersebut berdasarkan tingginya minat dan potensi prestasi atlet di DIY. Meski demikian, pihak penyelenggara tetap membuka peluang penambahan cabor lain sesuai kesiapan atlet di lapangan.

Agung menekankan bahwa keberhasilan mencetak atlet berprestasi sangat bergantung pada sokongan pemerintah dan ketersediaan fasilitas. Ia menyayangkan kegagalan pengiriman atlet ke ajang internasional Deaflympics 2025 di Tokyo akibat kendala anggaran, padahal atlet Indonesia telah mendapatkan kuota pertandingan.

“Tentu hal ini dapat terlaksana dengan dukungan pemerintah. Kami masih dalam tahap perkembangan untuk mencetak atlet-atlet berprestasi. Oleh karena itu, dukungan dan fasilitas dari berbagai pihak sangat kami harapkan,” tegas Agung.

Ia juga berharap sinergi antara pemerintah daerah, KONI, dan lembaga terkait dapat memastikan atlet Yogyakarta mampu bersaing di kancah nasional maupun internasional di masa depan. “Khusus untuk Tuna Rungu, kita sudah mendapatkan slot kemarin. Mudah-mudah di kemudian hari ada atlet-atlet, khususnya dari Jogja, yang bisa berprestasi baik di nasional maupun sampai internasional,” tambahnya.

Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, menyambut positif rencana tersebut. Beliau menegaskan bahwa komunikasi berkelanjutan antar pemangku kepentingan adalah kunci untuk menciptakan wadah penyaluran bakat yang inklusif bagi penyandang disabilitas.

“Harapan saya, terjalin komunikasi yang lebih mendalam terkait PATRIN, karena ini menyangkut bagaimana teman-teman berkebutuhan khusus mendapatkan hak yang setara,” tutur Sri Paduka.

Kejurprov 2026 merupakan kelanjutan dari kesuksesan Kejuaraan Daerah Olahraga (Kejurda) Tuli DIY 2025 yang digelar Desember lalu. Berdasarkan hasil evaluasi, PATRIN DIY yang kini memiliki 230 anggota juga berencana mengembangkan kompetisi futsal khusus tunarungu untuk menjaring lebih banyak bibit atlet berprestasi dari berbagai kelompok usia.