TUBAN, KANALINDONESIA.COM: Cuaca ekstrem yang melanda perairan Kabupaten Tuban dalam beberapa hari terakhir memukul sektor perikanan setempat. Gelombang tinggi dan angin kencang memaksa para nelayan untuk berhenti melaut demi keselamatan, yang berujung pada anjloknya penghasilan mereka secara drastis.
Kondisi ini dirasakan langsung oleh Sutikno (48), nelayan asal Kelurahan Kingking, Kecamatan Tuban. Ia mengungkapkan bahwa dalam sepuluh hari terakhir, ketinggian ombak bisa mencapai 1 hingga 2 meter, terutama pada jam-jam tertentu.
“Gelombang tinggi biasanya muncul mulai jam sepuluh malam sampai jam dua belas (siang) Kalau sudah seperti itu, kami tidak berani melaut jauh,” ujar Sutikno saat ditemui Selasa (13/1/2026).
Pria berkumis tebal ini menjelaskan bahwa mayoritas rekan seprofesinya memilih untuk memarkir kapal mereka di dermaga. Bagi mereka yang tetap nekat melaut, jangkauannya sangat terbatas dan hanya berani di area pinggiran. Akibatnya, hasil tangkapan tidak sebanding dengan biaya operasional.
“Pendapatan bisa turun sampai tiga kali lipat, Mas. Biasanya kondisi seperti ini bisa berlangsung sampai dua bulan,” tandasnya.
Analisis BMKG: Angin Kencang dan Arus Deras
Berdasarkan data prakiraan cuaca maritim dari Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Perak Surabaya, ketinggian gelombang di perairan Tuban serta Pelabuhan Perikanan Bulu untuk periode 13-16 Januari 2026 masuk dalam kategori sedang, yakni antara 1,25 hingga 2,5 meter.
Kondisi tersebut diperburuk dengan parameter cuaca lainnya:
- Kecepatan Angin: Mencapai 15–23 knot (hembusan maksimum/gust hingga 35 knot).
- Arus Laut: Kecepatan 42 hingga 84 sentimeter per detik dominasi arah timur.
- Cuaca Umum: Hujan ringan hingga berawan tebal sepanjang pagi hingga sore hari.
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kabupaten Tuban, Muchammad Nur, memaparkan bahwa fenomena ini dipicu oleh dinamika atmosfer di wilayah Jawa hingga Nusa Tenggara.
“Saat ini terdapat daerah konvergensi atau pertemuan angin di wilayah tersebut. Kondisi ini memicu hujan yang disertai angin kencang, termasuk di wilayah Tuban dan sekitarnya,” jelas Nur melalui pesan singkat.
Meski gelombang kategori sedang ini diprediksi berlangsung selama satu hingga dua minggu ke depan, pihak BMKG tetap meminta masyarakat pesisir untuk tidak lengah.
“Kami menghimbau nelayan agar memperhatikan informasi cuaca terbaru dan mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di laut,” tandasnya. (Najib)

