BANDUNG, KANALINDONESIA.COM : Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus mematangkan langkah strategis di sektor pendidikan dengan merancang Sekolah Maung (Manusia Unggul), sebuah sekolah menengah kejuruan khusus yang diproyeksikan mulai beroperasi pada 2027. Sekolah ini dirancang sebagai pusat pembinaan talenta unggulan yang disiapkan untuk menjawab tantangan industri masa depan.
Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman, mengungkapkan Sekolah Maung akan mengadopsi model SMK, namun dengan pendekatan yang lebih fokus pada penguasaan kompetensi strategis. Kurikulum disusun agar selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan industri, sekaligus memperkuat daya saing lulusan di tingkat regional maupun nasional.
Sepanjang 2026, Pemprov Jabar akan melakukan pendalaman teknis, termasuk penyiapan enam jurusan unggulan yang dinilai memiliki prospek besar, yakni teknologi informasi, otomotif, kelautan, pertanian, elektro, dan olahraga. Enam bidang ini dipilih untuk menopang sektor-sektor krusial yang menjadi tulang punggung pembangunan Jawa Barat ke depan.
Rencana Sekolah Maung berjalan beriringan dengan program kelas khusus olahraga yang tengah disiapkan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jabar di kawasan Sport Jabar Arcamanik. Meski sama-sama bertujuan mencetak talenta unggul, kelas khusus olahraga memiliki fokus berbeda, yakni pembinaan atlet pelajar, seperti sepak bola, melalui kurikulum akademik yang disesuaikan dengan jadwal dan kebutuhan latihan.
Dalam program tersebut, siswa terpilih akan tinggal di asrama dan menjalani pendidikan formal di sekolah mitra, salah satunya SMAN 10 Bandung. Pola ini diharapkan mampu menciptakan keseimbangan antara prestasi akademik dan pengembangan bakat olahraga.
Melalui sinergi antara pendidikan kejuruan dan pembinaan talenta olahraga, Pemprov Jawa Barat optimistis Sekolah Maung akan menjadi lumbung lahirnya generasi emas—unggul secara akademik, tangguh dalam keterampilan, dan siap bersaing di berbagai sektor strategis masa depan. (Fey)

