840 Siswa SD–SMP Jabar Dipetakan Kompetensi Matematikanya, ITB Turun Tangan Siapkan Kebijakan Berbasis Data
BANDUNG, KANALINDONESIA.COM : Sebanyak 6.840 siswa jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Jawa Barat akan mengikuti pemetaan kompetensi matematika pada Februari 2026. Program strategis ini merupakan hasil kolaborasi Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) sebagai upaya memperkuat kualitas pembelajaran matematika sejak dini.
Guru Besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) ITB, Prof. Edy Tri Baskoro, menjelaskan bahwa pemetaan kompetensi ini dirancang untuk mengidentifikasi tingkat penguasaan siswa terhadap berbagai aspek kemampuan matematika secara komprehensif.
“Pemetaan ini bersifat diagnostik untuk melihat capaian kompetensi siswa, reflektif untuk memberikan umpan balik kepada siswa dan sekolah, serta menghasilkan policy brief berbasis data bagi pemerintah daerah dan Dinas Pendidikan,” ujar Edy dalam Rapat Koordinasi di Kantor Disdik Jabar, Kota Bandung, Selasa (20/1/2026).
Menurut Edy, hasil pemetaan nantinya akan menjadi fondasi penting dalam perbaikan kurikulum dan proses pembelajaran. Selain itu, ITB juga menyiapkan model pemetaan berbasis digital yang diharapkan dapat direplikasi secara nasional.
“Dengan ini, kita akan memiliki peta kompetensi matematika siswa SD dan SMP yang akurat, sekaligus rekomendasi kebijakan yang konkret untuk meningkatkan mutu pendidikan,” tambah Ketua Senat Akademik ITB tersebut.
Secara sistem, pemetaan ini berbeda dengan Tes Kompetensi Akademik (TKA) yang diterapkan pada siswa SMA. Edy menegaskan, pemetaan kompetensi matematika ini menggunakan metode berbasis sampel, menyerupai Programme for International Student Assessment (PISA), bukan sensus menyeluruh.
Adapun kompetensi yang dipetakan meliputi lima pilar utama, yaitu pemahaman konsep, kefasihan penerapan prosedur, kemampuan berpikir logis dan bernalar, pemecahan masalah, serta komunikasi dan representasi matematika.
Sampel siswa diambil dari wilayah Cekungan Bandung yang mencakup Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Bandung, Kabupaten Sumedang, Kota Bandung, dan Kota Cimahi. Pelaksanaan pemetaan dijadwalkan pada 3–4 Februari 2026 untuk jenjang SMP sederajat dan 10–11 Februari 2026 untuk jenjang SD sederajat.
Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Khusus dan Layanan Khusus (PKPLK) Disdik Jabar, Ai Nurhasan, menilai program ini sebagai langkah strategis untuk mendorong peningkatan Angka Partisipasi Kasar (APK) hingga jenjang SMA dan perguruan tinggi di Jawa Barat.
“Mudah-mudahan kolaborasi ini berjalan sistematis sehingga kita memperoleh gambaran yang utuh, solusi yang tepat, dan kontribusi nyata bagi kemajuan dunia pendidikan di Jawa Barat,” pungkasnya.
Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri perwakilan Dinas Pendidikan kabupaten/kota se-Jawa Barat, Biro Kesejahteraan Rakyat Provinsi Jawa Barat, serta jajaran bidang terkait di lingkungan Disdik Jabar. (Fey)
Editor : Irwan






















