Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL SURABAYA

Luncurkan Mechanic Smart Assistant (MSA), TPS Pangkas Waktu Perbaikan Alat Jadi Hitungan Menit

Luncurkan Mechanic Smart Assistant (MSA), TPS Pangkas Waktu Perbaikan Alat Jadi Hitungan Menit

SURABAYA, KANALINDONESIA.COM : Cara kerja mekanik di PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) kini berubah total. Tak perlu lagi membolak-balik buku manual tebal, atau membuka banyak database untuk mencari arti kode gangguan alat.

Secara resmi, TPS meluncurkan Mechanic Smart Assistant (MSA), platform berbasis kecerdasan buatan yang membuat proses diagnosis kerusakan alat hanya butuh hitungan menit.

Peluncuran inovasi itu dilakukan dalam ajang Expo Inovasi SPTP di Pelindo Place, Surabaya, Jumat (23/1/2025). Dimana, dari 30 inovasi yang masuk, karya TPS ini tembus enam besar terbaik di lingkungan Subholding Pelindo Terminal Petikemas.

Sebelum ada MSA, mekanik bisa menghabiskan waktu 30–60 menit hanya untuk menelusuri arti satu fault code. Akibatnya, alat terlalu lama berhenti beroperasi. Efek dominonya, produktivitas terganggu, potensi kerugian membengkak.

Kini kondisinya berbalik. Dengan MSA, mekanik cukup memasukkan kode gangguan lewat gawai. Dalam waktu kurang dari dua menit, sistem langsung menampilkan penjelasan, sekaligus rekomendasi perbaikan.

“Mekanik tinggal ketik kode, jawabannya langsung muncul. Jauh lebih cepat dan akurat,” kata Sukarsono, Leader Shift Group D RTG TPS.

MSA dikembangkan dari pengalaman lapangan mekanik TPS yang kerap menghadapi gangguan teknis secara bersamaan. Aplikasi ini menggabungkan basis data peralatan RTG, Container Crane (CC), dan Mechanical Equipment (ME), dengan teknologi AI berbasis retrieval-augmented generation.

Plh Sekretaris Perusahaan TPS, Adhi Kresna Novianto, menyebut MSA sebagai lompatan penting dalam transformasi digital TPS.

“Dulu satu jam habis hanya untuk cari arti kode. Sekarang cukup menit. Ini sangat berpengaruh pada kelancaran operasional,” ujarnya.

Tak hanya itu, MSA juga memangkas waktu belajar mekanik baru. Jika sebelumnya perlu enam bulan untuk benar-benar paham sistem perawatan alat, kini cukup kurang dari tiga bulan.

Ke depan, TPS menyiapkan pengembangan MSA secara bertahap agar bisa diterapkan di seluruh unit Pelindo Group. Bahkan, tak menutup kemungkinan menjadi produk digital yang bisa digunakan di pelabuhan lain.

“MSA bukan cuma alat bantu. Ini cara baru bekerja di terminal petikemas: cepat, presisi, dan berbasis teknologi,” pungkas Adhi.

Penulis : Anto

Editor : Irwan

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita