Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL TUBAN

Umat Nasrani Tuban Gelar Perayaan Natal Bersama, Angkat Peran Keluarga dan Kerukunan

Umat Nasrani Tuban Gelar Perayaan Natal Bersama, Angkat Peran Keluarga dan Kerukunan

TUBAN,KANALINDONESIA.COM : Umat Nasrani di Kabupaten Tuban menggelar Perayaan Natal Bersama se-Kabupaten Tuban yang berlangsung khidmat di Gedung Graha Sandiya, Kamis, 22 Januari 2026. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 1.250 umat Kristen dan Katolik dari berbagai wilayah di Tuban.

Perayaan Natal bersama ini mengusung tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga”, yang menegaskan pentingnya keluarga sebagai dasar pertumbuhan iman sekaligus fondasi kehidupan bermasyarakat. Keluarga dipahami sebagai ruang awal pembentukan nilai iman, kasih, dan kebijaksanaan dalam kehidupan beragama.

Ketua Panitia Natal Bersama, Pendeta Fona Asa Zai, menyampaikan bahwa tema tersebut diangkat sebagai pengingat akan peran kehadiran Tuhan dalam menjaga keutuhan keluarga di tengah berbagai tantangan yang dihadapi saat ini.

‘’Tema Allah Hadir Untuk Menyelamatkan Keluarga diambil sebagai wujud harapan jika kehadiran Tuhan sebagai juru selamat dapat menyelamatkan keluarga dari berbagai krisis yang banyak terjadi saat ini, terutama dari pengaruh dosa yang menghambat umat untuk masuk ke dalam surga,” tuturnya sebelum acara inti dimulai.

Kementerian Agama Kabupaten Tuban turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya perayaan tersebut. “Kami mengapresiasi dan berterimakasih kepada umat kristen dan umat katolik di tuban yang selama ini bersama sama kementrian agama telah menjaga harmonisasi dan kerukunan umat beragama di tuban,” Ujar Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tuban Hj. Umi Kulsum dalam sambutannya.

Dalam perayaan Natal ini juga ditekankan bahwa keluarga perlu terus bertumbuh dalam iman yang baik, benar, dan bijaksana kepada Allah yang kudus. Pertumbuhan iman tersebut diharapkan terwujud dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap saling mengampuni, saling mendoakan, serta saling mendukung dalam kebaikan, khususnya di lingkungan keluarga. Dari keluarga yang hidup dalam iman dan kasih inilah diharapkan lahir pribadi-pribadi yang mampu menjadi jembatan kebaikan bagi keluarga lain dan masyarakat luas.

Pendeta Gideon Liang Soegiarto dalam pendalaman rohaninya menegaskan pentingnya kehadiran Allah dalam kehidupan keluarga sebagai sumber pemulihan dan kekuatan dalam menghadapi berbagai persoalan, mulai dari tekanan ekonomi hingga tantangan menjaga keharmonisan rumah tangga.

‘’Pentingnya kehadiran Allah dalam keluarga adalah untuk memulihkan kita dari hal-hal yang sulit diatasi sendiri, mulai dari tekanan ekonomi hingga upaya menjaga keharmonisan rumah tangga dari risiko perpecahan,” tandasnya.

Selain itu, Romo Stevanus Kholik Kurniadi menegaskan bahwa cinta sejati hanya dapat dimaknai melalui kehadiran yang nyata dalam kehidupan.

‘’Natal adalah perayaan syukur karena Allah hadir dalam kasihNya untuk menyelamatkan manusia yang mau dibentuk. Hakekat cinta adalah kehadiran itu sendiri, tanpa kehadiran, cinta hanya menjadi realitas yang kosong. Maka, kehadiran salam sapaan, saling memaafkan, mendoakan, berbagi dan terbuka dengan agama maupun suku lain menjadi tindakan yang harus dilakukan dalam hidup,” ujarnya.

Rangkaian perayaan Natal bersama ini tidak hanya diisi dengan ibadah dan pendalaman rohani, tetapi juga berbagai penampilan seni dan budaya yang mencerminkan semangat toleransi dan kebersamaan. Di antaranya penampilan tari sufi, lantunan selawat, kesenian tongklek dari GPdI Rengel, serta kehadiran jajaran pejabat daerah.

Keberagaman tersebut menjadi simbol kuatnya semangat inklusivitas umat dalam kehidupan beragama, yang diwujudkan melalui keterbukaan, kepedulian terhadap sesama, serta kesediaan untuk berbagi tanpa membedakan suku, agama, ras, maupun golongan.

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita