BANDUNG BARAT, KANALINDONESIA.COM : Bencana longsor disertai aliran air deras menghantam kawasan permukiman warga di Kampung Babakan RT 05 RW 11, Kelurahan Pasirkuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), pada dini hari Sabtu (24/1). Peristiwa tersebut berubah menjadi tragedi kemanusiaan setelah sejumlah rumah rata tertimbun material longsor dari lereng gunung.
Data sementara mencatat sekitar 20 rumah terdampak, dengan hanya satu rumah yang dilaporkan selamat dari terjangan longsor. Wakil Bupati Bandung Barat, Asep Ismail, yang turun langsung ke lokasi bencana, mengonfirmasi bahwa lima warga telah dinyatakan meninggal dunia. Sementara itu, sebanyak 89 orang lainnya diduga tertimbun dan masih dalam proses pencarian.
“Informasi yang saya terima dari Linmas dan Kepala Desa, yang sudah dipastikan meninggal ada lima orang. Kemudian yang belum ditemukan ada 89 orang. Angka ini diduga tertimbun berdasarkan data dari kepala desa,” ujar Asep Ismail di lokasi kejadian.
Ia menjelaskan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KBB bersama unsur TNI dan Polri langsung mengerahkan tim SAR untuk melakukan operasi pencarian dan penyelamatan secara maksimal di tengah medan yang sulit dan cuaca yang belum sepenuhnya bersahabat.
“Tim SAR saat ini terus bergerak mencari korban yang belum ditemukan. Kita berharap seluruh korban bisa segera ditemukan,” katanya.
Untuk mengantisipasi risiko lanjutan, pemerintah daerah melalui pihak kecamatan telah menyiapkan relokasi sementara bagi warga terdampak. Para pengungsi akan dipindahkan ke lokasi penampungan sementara di Desa Pasirlangu.
“Warga yang mengungsi akan segera dialihkan ke tempat penampungan sementara. Saya bersama Camat Cisarua sudah melakukan pengecekan langsung kesiapan lokasi tersebut,” jelas Asep.
Berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan dan laporan Babinsa serta Bhabinkamtibmas, material longsor dari lereng gunung menutupi sebagian besar area permukiman, menyisakan puing bangunan dan lumpur tebal.
Wakil Bupati Bandung Barat pun mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah rawan bencana, untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul kondisi cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi.
“Melihat kondisi cuaca dan informasi dari BMKG, saya mengimbau masyarakat di sini maupun di wilayah lain agar selalu waspada. Kita harus lebih sigap dalam mengantisipasi potensi bencana alam,” pungkasnya. (Fey)
Editor : Irwan

