Pemprov Jabar Lakukan Modifikasi Cuaca, Percepat Evakuasi Korban Longsor Bandung Barat

Pemprov Jabar Lakukan Modifikasi Cuaca, Percepat Evakuasi Korban Longsor Bandung Barat

BANDUNG, KANALINDONESIA.COM : Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, menegaskan bahwa Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang dilakukan Pemprov Jabar bukanlah upaya menghilangkan hujan, melainkan strategi ilmiah untuk mengendalikan dan mendistribusikan curah hujan guna meminimalisasi risiko bencana.

Hal tersebut disampaikan Herman saat meninjau pelaksanaan OMC bersama BMKG, BPBD, dan TNI, menyusul rangkaian bencana banjir di wilayah Bekasi Raya serta longsor di Kabupaten Bandung Barat (KBB) akibat curah hujan ekstrem dalam sepekan terakhir.

“Kita tahu Jawa Barat rawan bencana. Curah hujan beberapa hari terakhir sangat luar biasa. Modifikasi cuaca dilakukan agar hujan bisa digeser, banjir cepat surut, dan di Bandung Barat evakuasi korban longsor bisa dilakukan lebih luas,” ujar Herman, Senin (26/1/2026).

Menurut Herman, cuaca buruk sebelumnya menjadi kendala utama proses pencarian korban longsor di KBB. Hujan deras dan mendung seharian membuat tim evakuasi hanya mampu menjangkau area terbatas.

“Mudah-mudahan dengan cuaca cerah hasil modifikasi ini, proses evakuasi bisa dipercepat dan diperluas,” katanya.

Herman menekankan, operasi modifikasi cuaca dilakukan secara terukur dan berbasis kajian ilmiah, dengan pendampingan penuh dari BMKG. Prosesnya, kata dia, adalah mengganggu pertumbuhan awan hujan sejak fase awal sehingga hujan tidak jatuh di satu wilayah berisiko tinggi.

“Hujannya tidak dihilangkan, tapi didistribusikan. Awan yang berpotensi hujan lebat di satu titik dipecah dan digeser ke wilayah bayangan hujan, sehingga curahnya turun lebih proporsional dan tidak memicu banjir baru,” jelasnya.

Ia menambahkan, secara ilmiah operasi ini berpotensi menurunkan intensitas hujan hingga 40 persen, tanpa memindahkan risiko bencana ke daerah lain seperti Bogor atau wilayah padat penduduk lainnya.

“Ini bukan sekadar ikhtiar, tapi pendekatan keilmuan. Tidak sembarangan, semua berdasarkan perhitungan dan analisis risiko,” tegas Herman.

Atas nama Gubernur dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Herman menyampaikan apresiasi kepada BMKG, BPBD, TNI, dan seluruh kru penerbangan yang terlibat. Namun ia juga mengingatkan agar keselamatan personel tetap menjadi prioritas utama.

“Operasi ini penting, tapi keselamatan jauh lebih penting. Semua harus sesuai standar operasional dan prosedur penerbangan,” pungkasnya. (Fey)