Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL BANDUNG

35 Korban Longsor Cisarua Bandung Barat Berhasil Diidentifikasi Tim DVI

35 Korban Longsor Cisarua Bandung Barat Berhasil Diidentifikasi Tim DVI

BANDUNG BARAT, KANALINDONESIA.COM: Proses identifikasi terhadap korban bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, menunjukkan kemajuan signifikan. Hingga hari kelima pencarian, Rabu (28/1), tercatat sebanyak 35 korban telah berhasil diidentifikasi oleh tim DVI (Disaster Victim Identification).

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Dr. Suharyanto, mengonfirmasi bahwa secara keseluruhan operasi SAR telah berhasil menemukan 53 korban yang dievakuasi menggunakan kantong jenazah.

“Operasi SAR mencatatkan kinerja signifikan. Dari total kantong jenazah yang diangkat personel di lapangan, 35 korban sudah berhasil teridentifikasi oleh tim DVI,” ujar Suharyanto saat meninjau lokasi terdampak, Rabu siang.

Santunan dan Kepastian Ahli Waris Seiring dengan selesainya proses identifikasi, pemerintah melalui Kementerian Sosial telah menyalurkan santunan kepada para ahli waris keluarga korban yang telah terdata. Kepastian identitas ini menjadi krusial agar bantuan dan pemenuhan hak-hak bagi keluarga yang ditinggalkan dapat segera tuntas.

Kendala Cuaca dan Operasi Modifikasi Meskipun pencarian terus membuahkan hasil, labilnya kondisi tanah di kawasan longsoran masih menjadi tantangan besar. BNPB telah melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menekan intensitas hujan yang kerap menghambat pergerakan personel SAR dan alat berat di lapangan.

“Cuaca hujan terus, namun kita lakukan operasi modifikasi cuaca. Alhamdulillah cukup membantu (proses evakuasi), meski tidak bisa menghentikan hujan sepenuhnya,” tambah Suharyanto.

Target Tanggap Darurat Pemerintah menargetkan masa tanggap darurat selesai dalam waktu dua minggu dan berharap tidak ada perpanjangan. Selain fokus pada evakuasi dan identifikasi sisa korban, BNPB bersama Badan Geologi kini tengah memvalidasi data 48 rumah yang rusak berat serta memetakan zona merah untuk rencana relokasi warga guna menghindari ancaman longsor susulan di masa depan.

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita