BANGKALAN.KANALINDONESIA.COM: Visi pembangunan Kabupaten Bangkalan 2025 – 2026 sama dengan visi Bupati – Wabup Bangkalan 2025 – 2026 yakni “Terwujudnya Masyarakat Religius, Berdaya Saing, Adil dan Sejahtera “. Hal tersebut disampaikan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Bangkalan, Anang HM saat mewakili dan membacakan sambutan Bupati Bangkalan, Lukman Hakim. Pada acara Musyawarah Rencana Pmbangunan (Musrenbang) Kecamatan Arosbaya dalam rangka Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan Tahun 2027.Bertempat di pendopo Kecamatan Arosbaya, Senin, (2/2/2026).
Menurut penjelasan Anang, untuk mewujudkan visi pembangunan Kabupaten Bangkalan hingga tahun 2029. Pihaknya menyelenggarakan 5 misi yang disebut Panca Dharma Prasetya. Terdiri dari 1. Bangkalan
Berakhlak dan Berdaya Saing. 2.Bangkalan Sejahtera. 3. Bangkalan Tumbuh dan Lestari. 4 Bangkalan Melayani dan 5. Bangkalan Potensial serta Mandiri.
Sedangkan untuk mencapai tujuan pembangunan daerah yang termuat dalam RPJM Bangkalan 2025 -2029 Telah dirumuskan rancangan masalah daerah yang menjadi tantangan dimasa mendatang . Seperti Keterbatasan layanan infrastruktur, Ancaman penurunan kwalitas lingkungan hidup. Terbatasnya dukungan terhadap pendidikan, kesehatan, perdagangan dan industri sejalan dengan pengembang usaha, Kurang optimalnya penyelenggaraan pelayanan publik dan Reformasi Birokrasi. Serta belum optimalnya pemanfaatan Iptek dan Inovasi dalam mendukung pembangunan daerah.
“Berdasarkan permasalahan dan isu strategis diatas. Dipertimbangkan rancangan thema pembangunan 2027 adalah Percepatan Pengembangan Infrastruktur Strategis Berkelanjutan Pendorong Tranformasi Sosial Ekonomi Inklusif dan Penguatan Pelayanan Faaar Berbasis Iptek dan Inovasi,”ujar Anang.
Camat Arosbaya Dedeng Suprapto saat memberi sambutan sekaligus membuka acara Musrenbang tingkat Kecamatan Arosbaya 2027. Mengatakan bahwa kegiatan rutin tahunan Musrenbang tingkat Kecamatan. Diawali dengan Musrenbangdes dilaksanakan di 18 desa yang ada di Kecamatan Arosbaya mulai awal Januari 2026.
“Kami bersama Muspika Arosbaya melakukan monitoring keliling desa – serta menjadikan Musrenbangdes sebagai skalaprioritas yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat, ” terang Dedeng.
“Dari hasil rekapitulasi musrenbang, ada 31 usulan desa dikembalikan karena tidak lengkap. Salah satu diantaranya adalah Desa Batanaong,” terang Dedeng.
Sementara itu, anggota DPRD Bangkalan Dapil 1, Mahmudi kepada awak media mengatakan setiap desa diberi hak mengajukan 3 usul. Kemudian 1 usulan dipilih dijadikan skalaprioritas.
“Mengingat Kecamatan Arosbaya setiap tahunnya menjadi langganan banjir. Maka perbaikan irigasi menjadi usulan prioritas utama pada pelaksanaan Musrenbang tingkat Kabupaten Bangkalan nanti, “pungkas Mahmudi.

