Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL JATIM

Kemendukbangga/B KKBN Dukung Penguatan Ekonomi Keluarga, Siapkan 43 Ribu UPPKA Naik Kelas

Kemendukbangga/B KKBN Dukung Penguatan Ekonomi Keluarga, Siapkan 43 Ribu UPPKA Naik Kelas

SURABAYA, KANALINDONESIA.COM: Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga/BKKBN) menegaskan dukungan penuh terhadap penguatan ekonomi keluarga.

Hal ini disampaikan Direktur Pemberdayaan Ekonomi Keluarga Kemendukbangga/BKKBN Wahidah Paheng, saat membuka kegiatan Konsolidasi Nasional Andalan Kelompok UPPKA (AKU) 2026, di Surabaya pada 3–5 Februari 2026.

Menurutnya, forum ini menjadi ajang menyatukan langkah ribuan kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor KB (UPPKA) dari seluruh Indonesia.

“Saat ini terdapat sekitar 43 ribu kelompok UPPKA, yang menjadi tulang punggung pemberdayaan ekonomi keluarga, khususnya keluarga muda,” ujarnya, Rabu (4/2/2026).

Ia menambahkan, bahwa dukungan kementerian tidak hanya pada kebijakan. Tapi juga pendampingan, kolaborasi lintas kementerian, mitra CSR, hingga pelatihan literasi keuangan dan pemanfaatan produk keuangan digital.

“Penguatan ekonomi keluarga bisa dilakukan lewat dua jalur utama. Yakni peningkatan literasi dan pengelolaan keuangan keluarga, serta pengembangan usaha ekonomi produktif. Dalam konteks ini, AKU dinilai strategis, karena langsung bersentuhan dengan kelompok UPPKA di lapangan,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Pusat AKU, Ambar Rahayu, menyebut konsolidasi nasional ini dirancang untuk memperkuat kelembagaan, sekaligus meningkatkan kapasitas usaha anggota.

“Fokusnya bukan hanya strategi bisnis, tapi juga karakter UMKM. Karena tanpa karakter yang kuat, UMKM sulit bertahan. Di sini kami satukan visi, strategi, sekaligus membuka peluang pengembangan usaha ke depan,” tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Jatim Maria Ernawati, selaku tuan rumah kegiatan menyebut, saat ini ada sekitar 3.600 kelompok UPPKA aktif dan sekitar 5.000 kelompok yang masih perlu didorong agar berkembang di Jawa Timur.

“Kami ingin UPPKA di Jatim naik kelas, menjadi usaha yang mandiri, kuat, dan berdaya saing,” katanya.

Ia juga berharap, agar UPPKA tidak hanya menjadi motor ekonomi. Tapi juga media efektif menyampaikan program Bangga Kencana kepada masyarakat.

“Melalui konsolidasi nasional ini, semoga bisa terbangun sinergi yang lebih solid antara AKU, pemerintah, dan para mitra. Agar ekonomi keluarga menguat, ketahanan keluarga meningkat, dan kelompok UPPKA mampu jadi aktor penting pembangunan berbasis masyarakat di berbagai daerah,” pungkasnya. ANto

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita