“Di SMSI ada empat klasifikasi media, mulai dari kategori D hingga A. Media yang belum berbadan hukum tetap bisa bergabung dan akan kita dampingi secara bertahap hingga memenuhi syarat legalitas dan verifikasi,” jelasnya.
Ia berharap pengurus SMSI Kota Cirebon mampu menjalankan fungsi pembinaan tersebut secara konsisten, sekaligus membuka ruang kemitraan yang konstruktif dengan Pemerintah Kota Cirebon.
“Ke depan, SMSI Kota Cirebon diharapkan mampu melahirkan ide-ide kreatif, memperkuat profesionalisme media, dan berperan aktif dalam mendorong pembangunan yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” pungkasnya.
Di akhir sambutannya, Hardiansyah mengucapkan selamat kepada pengurus SMSI Kota Cirebon yang baru dilantik serta berharap sinergi dengan pemerintah daerah semakin solid dan berdampak luas.
Terpisah Wali Kota Cirebon Effendi Edo menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, media, dan organisasi masyarakat dalam mendukung jalannya pemerintahan dan percepatan pembangunan daerah.
Menurut Effendi, peran media dan insan pers bukan untuk mempersulit pemerintah, melainkan menjadi mitra strategis dalam mengawal kebijakan, menyampaikan informasi yang objektif, serta mendorong perbaikan kinerja pemerintahan.
“Yang saya garis bawahi, mari kita bersinergi dengan pemerintah untuk membantu pemerintah, bukan untuk mempersulit. Semua pemerintah daerah, baik kota maupun kabupaten, punya niat yang sama, yakni membangun daerahnya masing-masing,” ujar Effendi.
Ia menyebutkan, melalui pelatihan dan penguatan kapasitas organisasi media, diharapkan kolaborasi dengan pemerintah semakin solid. Menurutnya, pembangunan tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan jejaring media dan partisipasi publik.
Effendi juga menyinggung perjalanan kepemimpinannya yang telah berjalan sekitar satu tahun. Ia menilai waktu tersebut terasa singkat, namun menjadi periode penting untuk memastikan roda pemerintahan berjalan baik, transparan, dan berpihak pada masyarakat.
“Kita berjuang agar pemerintahan berjalan baik, proses pembangunan berjalan baik, karena itu menyangkut kehidupan masyarakat kita sendiri,” katanya.
Meski menghadapi tantangan keterbatasan anggaran dan potensi pendapatan daerah yang menurun, Effendi menegaskan komitmennya bersama jajaran perangkat daerah untuk terus membuka ruang-ruang pembangunan, baik melalui dukungan pemerintah pusat, provinsi, maupun optimalisasi potensi daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Effendi juga memaparkan rencana menghadirkan kawasan kuliner Ramadan di Kota Cirebon. Pemerintah Kota berencana menyediakan ruang khusus bagi masyarakat untuk berjualan makanan berbuka puasa (takjil) secara tertib dan aman.
“Ini menjadi upaya membuka ruang ekonomi masyarakat sekaligus menghadirkan suasana Ramadan yang lebih hidup di Kota Cirebon,” ujarnya.
Ia berharap, kolaborasi yang terjalin antara pemerintah, media, dan masyarakat dapat terus diperkuat demi mewujudkan perubahan nyata dan pembangunan berkelanjutan di Kota Cirebon.

