FASI Ponorogo Gelar Aksi Paramotor Kostum Bujangganong di Monumen Reog

ARSO 09 Feb 2026
FASI Ponorogo Gelar Aksi Paramotor Kostum Bujangganong di Monumen Reog

PONOROGO, KANALINDONESIA.COM: Federasi Aerosport Indonesia (FASI) Pengurus Cabang (Pengcab) Paralayang Ponorogo menggelar aksi kedirgantaraan unik di kawasan Monumen Reog dan Museum Peradaban (MRMP), Gunung Gamping, Sampung, Minggu (8/2/2026).

Pilot paramotor bernama Aly terbang mengitari monumen dengan mengenakan kostum lengkap tokoh ikonik Reog, Bujangganong.

Ketua Pengcab Paralayang Ponorogo, Parbohadi, menjelaskan bahwa pihaknya sengaja memilih kostum Bujangganong untuk menciptakan harmoni antara olahraga ekstrem dengan identitas budaya lokal.

Aksi ini bertujuan mempromosikan ikon wisata baru Ponorogo sekaligus menarik minat generasi muda terhadap olahraga dirgantara.

“Kami ingin terbang dengan kostum yang selaras dengan ikon tempat kami beraksi. Karena lokasinya di Monumen Reog, kami memilih sosok Bujangganong,” ujar Parbohadi.

Meskipun atraksi tersebut terlihat lancar dari kejauhan, tim menghadapi kendala teknis yang cukup berat. Pilot paramotor, Aly, mengakui bahwa ia sempat mengalami kegagalan saat mencoba lepas landas (take-off) dari area monumen akibat adanya turbulensi udara di sekitar struktur bangunan tinggi tersebut.

Selain faktor cuaca, ketersediaan lahan pendaratan (landing) yang belum memenuhi standar olahraga dirgantara menjadi tantangan tersendiri bagi tim. Namun, upaya tersebut akhirnya berhasil menyajikan visual spektakuler yang memadukan parasut modern dengan kostum tradisional eksotis di langit Bumi Reog.

Di balik aspek estetika, FASI Ponorogo mengusung misi besar terkait regenerasi atlet. Parbohadi menyayangkan masih minimnya minat pemuda Ponorogo untuk menekuni dunia kedirgantaraan, baik paralayang maupun paramotor.

“Kami ingin memperkenalkan olahraga ini secara lebih luas. Ke depan, kami berharap kawasan Monumen Reog dapat menjadi lokasi rutin kegiatan dirgantara setelah dilakukan studi lebih lanjut mengenai pola angin di sana,” tambahnya.

Kegiatan yang merupakan inisiatif mandiri para pegiat paralayang ini diharapkan mampu memicu semangat anak muda untuk bergabung sekaligus memperkuat citra Ponorogo sebagai daerah yang inovatif dalam melestarikan budaya.