BPBD Kota Yogyakarta Gelar Simulasi Banjir, Uji Fungsi EWS di Enam Aliran Sungai

ARSO 10 Feb 2026
BPBD Kota Yogyakarta Gelar Simulasi Banjir, Uji Fungsi EWS di Enam Aliran Sungai

Ist

YOGYAKARTA, KANALINDONESIA.COM: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta menggelar simulasi kesiapsiagaan bencana banjir dengan menguji coba perangkat Early Warning System (EWS) yang tersebar di bantaran sungai wilayah Kota Yogyakarta. Kegiatan ini bertujuan memastikan keandalan teknologi peringatan dini sekaligus mengasah respons cepat masyarakat dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi selama musim penghujan 2026.

BPBD memfokuskan simulasi pada titik-titik EWS di enam sungai utama, yakni Sungai Code, Winongo, Gajah Wong, Kali Buntung, Kali Belik, dan Kali Tekik. Pelaksanaan kegiatan ini melibatkan sinergi berbagai pihak, mulai dari Lurah, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Ketua Kampung Tangguh Bencana (KTB), hingga warga yang tinggal di kawasan rawan bencana.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Yogyakarta menegaskan bahwa kesiapan alat dan manusia harus berjalan beriringan untuk meminimalkan risiko bencana.

“Kami ingin memastikan bahwa seluruh sistem peringatan dini berfungsi dengan baik dan masyarakat dapat merespons dengan cepat serta tepat ketika terjadi potensi bahaya. Simulasi ini adalah bentuk nyata kesiapsiagaan bersama antara pemerintah dan masyarakat,” tegas Kalaksa BPBD Kota Yogyakarta, Nur Hidayat.

Langkah mitigasi ini merupakan respons cepat atas analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah DIY yang mendeteksi peningkatan awan hujan. BMKG memprediksi terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang berpotensi memicu banjir, tanah longsor, dan angin kencang di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.

Selama uji coba berlangsung, petugas mengimbau warga agar tetap tenang dan tidak panik. Warga diminta mengikuti arahan keselamatan dengan menjauhi bibir sungai minimal sejauh 10 meter serta selalu waspada terhadap perkembangan cuaca ekstrem. Melalui simulasi ini, Pemerintah Kota Yogyakarta berharap seluruh elemen masyarakat semakin siap siaga menghadapi ancaman bencana pada musim penghujan tahun 2026.