SURAKARTA, KANALINDONESIA.COM: Darsono, S.Si., M.Si. resmi menyandang gelar doktor setelah lulus dalam Ujian Terbuka Disertasi Promosi Doktor di Aula FMIPA Gedung C Lantai 5 Universitas Sebelas Maret (UNS), Kamis (12/2/2026).
Ia menjadi doktor ke-13 dari Program Studi Doktor Fisika sekaligus doktor ke-19 dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UNS dengan raihan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3.86 dan predikat Sangat Baik.
Dekan FMIPA UNS, Prof. Dr. Desi Suci Handayani, S.Si., M.Si., bertindak sebagai Ketua Tim Penguji yang membuka secara resmi sidang pada pukul 10.30 WIB.
Dalam kesempatan tersebut, Darsono memaparkan disertasinya yang berjudul “Kajian Airtanah Berdasarkan Data Geolistrik, Parameter Dar-Zarrouk, Uji Pemompaan, dan Kualitas Airtanah (Studi Kasus: Kabupaten Sragen)”.
Melalui presentasi selama 30 menit, Darsono menjelaskan bahwa risetnya mengintegrasikan empat pendekatan ilmiah untuk memetakan potensi airtanah di Kabupaten Sragen.

Ia menggunakan metode geolistrik untuk mengidentifikasi lapisan akuifer pada rentang resistivitas 20–200, sementara parameter Dar-Zarrouk ia gunakan untuk menilai ketebalan efektif serta kapasitas simpan akuifer.
“Hasil penelitian menunjukkan bahwa akuifer tertekan (confined aquifer) memiliki potensi paling besar dengan transmisivitas tinggi, terutama di wilayah Kecamatan Kedawung dan Plupuh,” ungkap Darsono.
Pada presentasinya promovendus menyampaikan bahwa penelitian disertasinya bertujuan untuk mengkaji potensi airtanah di Kabupaten Sragen berdasarkan integrasi data geolistrik tahanan jenis, parameter Dar-Zarrouk, hasil uji pemompaan (pumping test), dan kualitas airtanah.
Metode geolistrik digunakan untuk mengidentifikasi karakteristik bawah permukaan dan sebaran lapisan akuifer berdasarkan nilai resistivitas, di mana lapisan akuifer diinterpretasikan pada rentang resistivitas 20–200 Ωm. Parameter Dar-Zarrouk, yang meliputi transversal resistance dan longitudinal conductance, digunakan untuk menilai ketebalan efektif serta kapasitas simpan akuifer.
Sementara itu, uji pemompaan memberikan informasi mengenai parameter hidrolik akuifer seperti konduktivitas hidrolik, transmisivitas, dan storativitas, yang mencerminkan kemampuan akuifer dalam mengalirkan dan menyimpan airtanah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa akuifer tertekan (confined aquifer) merupakan akuifer yang paling potensial, ditandai oleh ketebalan yang besar, kontinuitas lateral yang baik, serta nilai transmisivitas yang relatif tinggi. Zona dengan potensi kuantitas airtanah baik hingga sangat baik terutama tersebar di Kecamatan Kedawung dan Plupuh, dengan nilai transmisivitas mencapai lebih dari 200 m²/hari. Ditinjau dari aspek kualitas, hasil analisis Water Quality Index (WQI) menunjukkan bahwa sebagian besar airtanah di wilayah penelitian memiliki kualitas baik hingga sangat baik (WQI < 100), khususnya pada akuifer tertekan yang relatif terlindungi dari pengaruh pencemaran permukaan. Integrasi keempat pendekatan tersebut mampu memberikan gambaran potensi airtanah secara komprehensif, sehingga dapat menjadi dasar perencanaan pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya airtanah yang berkelanjutan di Kabupaten Sragen.
Babak selanjutnya adalah pertanyaan dari Tim Penguji yang terdiri dari:
Penguji Luar UNS : Dr. M. Irham Nurwidyanto, S.Si., M.T. (Anggota)
Penguji Dalam UNS :
- Dr. Ir. Sorja Koesuma, S.Si., M.Si. (Anggota)
- Prof. Dr. Hasih Pratiwi, S.Si., M.Si. (Anggota)
- Promotor : Prof. Nuryani, S.Si., M.Si., Phd. (Anggota)
Co-Promotor 1 : Prof. Dr. Gatot Yulianto, S.Si., M.Si. (Anggota)
Co-Promotor 2 : Ahmad Marzuki, S.Si., Ph.D. (Anggota)
Kaprodi : Prof. Dr. Agus Supriyanto, S.Si., M.Si. (Sekretaris dan Anggota)
Dekan : Prof. Dr. Desi Suci Handayani, S.Si., M.Si. (Ketua dan Anggota)

