BANGKALAN, KANALINDONESIA.COM: Seorang jurnalis (wartawan) tak perlu takut melakukan peliputan, karena tidak bisa dijerat pidana dan sudah dilindungi oleh putusan Mahkamah Konstitusi (MK) . Hal tersebut disampaikan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bangkalan, Mahmud Ismail saat memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2026 dan Peresmian Teras Pena. Bertempat dilingkungan Stadion Gelora Bangkalan, Jum’at siang, (13/2/2026).
Dihadiri Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, Rektor Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Prof Syafi’, mantan Ketua PWI Kabupaten Bangkalan, Jimhur Saros, para awak media serta undangan lainya. Diperingati dalam suasana sederhana dan diisi dengan pemotongan tumpeng, berjalan khikmad dan meriah.
Lebih lanjut Ketua PWI Bangkalan, Mahmud Ismail dalam sambutanya menegaskan bahwa putusan MK menjadi tonggak bersejarah bagi kebebasan pers. Sekaligus sebagai kado bagi para pewarta, jurnalis atau wartawan agar dapat menjalankan tugas jurnalistik tanpa dibebani rasa takut.
“Wartawan tidak perlu takut lagi melakukan peliputan, karena sudah dilindungi putusan MK dan tidak bisa dijerat pidana,” tegas Mahmud.
Dijelaskan, bahwa kedudukan dan posisi strategis jurnalis di ruang publik adalah sebagai pengawas sosial dan perubahan. Oleh karena itu, PWI Bangkalan dalam menjalankan dharma baktinya tetap konsisten dan berada di jalur mitra kritis pemerintah demi kepentingan publik.
“Posisi PWI Bangkalan saat ini masih tetap seperti pendirian awal dan sejak kepengurusan dilantik. Akan tetap memegang prinsip menjadi mitra kritis pemerintah,” ucapnya.
Sementara itu, Rektor Universitas Trunojoyo Madura, Prof. Safi’, mengatakan peran pers dalam mengawal tata kelola pemerintahan. Menulis fakta apa adanya, baik yang benar maupun yang keliru.
“Yang benar ditulis benar, yang salah ditulis salah. Disitulah wartawan menyajikan berita yang mendidik kepada publik,” tandasnya.
Sedangkan Bupati Bangkalan Lukman Hakim dalam sambutanya memberi apresiasi terhadap peran wartawan yang dinilai sangat membantu pemerintah daerah. Segala bentuk informasi dari media, menurutnya, sering dijadikan dasar untuk melakukan pengecekan langsung kelapangan.
“Informasi dari wartawan langsung kami cek ke bawah, lalu ditindaklanjuti kepada perangkat daerah terkait. Mudah-mudahan para jurnalis tetap menjadi mitra yang baik dan terus memberikan pemberitaan yang positif,” harapnya.
Peringatan HPN 2026 diakhiri dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol peresmian sekretariat wartawan PWI Bangkalan yang diberi nama Teras Pena. Prosesi ini menjadi penanda terhadap komitmen PWI Bangkalan agar dalam berbagai bentuk liputan dan penjampaian fakta di lapangan betul – betul terbangun dari marwah kebebasan pers. Juga tidak direcoki pesan – pesan gaib yang bertujuan membungkam hati nurani pers.

