Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL JATIM

Besi Bentang Tengah Suramadu Alami Kerusakan Abdul Halim Desak Pemerintah Pusat Serius Lakukan Pengawasan

Besi Bentang Tengah Suramadu Alami Kerusakan Abdul Halim Desak Pemerintah Pusat Serius Lakukan Pengawasan

SURABAYA KANALINDONESIA.COM – Komisi D DPRD Jawa Timur mendesak pemerintah pusat lebih serius dalam melakukan perawatan dan pengawasan di jembatan Surabaya Madura (Suramadu).

Desakan ini berkaitan dengan kemacetan yang terjadi di Jembatan Suramadu dalam beberapa hari terakhir akibat perbaikan bagian komponen besi bentang tengah jembatan yang menghubungkan Surabaya dan Bangkalan ini. Ketua Komisi D DPRD Jatim dari Fraksi Gerindra, Abdul Halim, mengatakan kemacetan terutama terjadi pada jalur dari Surabaya menuju Madura. Bukan hanya laporan banyak warga Madura, Ia mengaku sempat merasakan langsung kondisi tersebut saat melintasi Suramadu.

Perbaikan komponen besi di bentangan tengah jembatan ini, saat ini pada bagian bawah komponen tersebut ditemukan kerusakan atau kelonggaran sehingga harus segera diperbaiki oleh petugas Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional.

“Beberapa hari ini memang terjadi kemacetan, khususnya dari arah Surabaya ke Madura. Saya sendiri merasakan ada bagian komponen besi di bentangan tengah yang mengalami kerusakan atau kelonggaran sehingga perlu perbaikan,” ujarnya, Kamis (19/2/2026).

Ia menilai kondisi tersebut harus menjadi perhatian bersama, terutama pemerintah pusat. Pasalnya, setelah dibubarkannya Badan Pengembangan Wilayah Surabaya–Madura (BPWS), penanganan dan perawatan jembatan kini berada di bawah tanggung jawab kementerian terkait.

Abdul Halim menyebut, saat ini pengelolaan dan perawatan Suramadu ditangani oleh Kementerian Perhubungan serta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Karena itu, ia mendesak kedua kementerian tersebut agar lebih serius dalam menjaga kondisi jembatan.

“Sebagai wakil masyarakat Madura, saya mendesak dua kementerian yang menangani Jembatan Suramadu untuk benar-benar serius dalam perawatan dan penganggaran. Jangan sampai terjadi kerusakan yang membahayakan pengguna jalan,” tegasnya.

Ia juga menyoroti masih adanya kerusakan fasilitas seperti kehilangan baut hingga lampu penerangan yang tidak berfungsi. Kondisi tersebut dinilai sangat disayangkan karena dapat berdampak pada keselamatan pengguna jembatan.

Abdul Halim berharap perawatan rutin dan pengawasan ketat dapat dilakukan secara berkelanjutan agar kerusakan serupa tidak terulang. Mengingat, Suramadu merupakan urat nadi konektivitas antara Pulau Jawa dan Madura sekaligus penopang pertumbuhan ekonomi masyarakat di kedua wilayah.

“Jembatan ini sangat vital, baik untuk konektivitas maupun pertumbuhan ekonomi. Jangan sampai terjadi hal yang tidak kita inginkan yang bisa menimbulkan korban jiwa. Perawatan dan pengawasan harus menjadi prioritas,” pungkasnya. Nang

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita