Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL JATIM

Setahun Kepemimpinan Khofifah Emil, Fraksi PKB Beri Nilai Dibawah 50

Setahun Kepemimpinan Khofifah Emil, Fraksi PKB Beri Nilai Dibawah 50

SURABAYA KANALINDONESIA.COM – Bulan Pebruari tepatnya 20 Februari 2026, genap satu tahun Khofifah Emil memimpin Jawa Timur. Bagiamana kepemimpinan Khofifah Emil setahun berjalan ini ?
Fraksi PKB DPRD Jawa Timur memberi nilai buruk untuk pasangan ini.

Fraksi PKB memberi nilai dibawah 50 untuk kinerja Khofifah Emil satu tahun pertama ini. Alasannya kinerja mereka pada periode ke 2 ini jauh dari harapan.

Wakil Ketua Fraksi PKB DPRD Jatim Abdul Qodir menyampaikan, penilaian tersebut salah satunya merujuk pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Jatim. Dari sini bisa dilihat dan diukur keberhasilan atau kegagalan kepala daerah dalam menjalankan roda pemerintahan.

Abdul Qodir menegaskan, capaian pemerintahan Khofifah-Emil dapat dikategorikan dalam situasi buruk, bahkan mendekati gagal. Ini mengacu dari RPJMD dan capaian program yang menurutnya belum tercapai bahkan sebagian mengalami penurunan, maka satu tahun .

“RPJMD ini breakdown dari visi misi kepala daerah terpilih kan itu. Kalau ukuran di RPJMD nya tidak tercapai, ada beberapa urusan-urusan yang justru mengalami penurunan, ya berarti gagal kan, artinya dalam satu tahun ini nilainya sangat buruk,” kata Abdul Qodir saat dikonfirmasi,Jum’at (20/2/2026).

Salah satu indikator yang menjadi sorotan adalah turunnya peringkat layanan publik Jatim secara nasional.

“Peringkat layanan publik kita di Jatim ini, peringkat kita itu di angka 12 atau 11 itu, secara nasional. Sekarang turun kita ini menjadi peringkat 14 nasional terkait dengan layanan publik kita,” ujarnya.

Selain layanan publik, Fraksi PKB juga menyoroti Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Jatim yang dinilai masih tinggi. Abdul Qodir menyebut, pada 2024 TPT Jatim berada di angka 4,19 persen. Namun setelah satu tahun kepemimpinan periode kedua Khofifah-Emil, penurunannya dinilai tidak signifikan.

“Tapi di tahun 2025 ini stag, tidak ada penurunan angka pengangguran kita. Berarti kerja, stimulus kaitannya dengan pengangguran tidak jalan,” ujarnya.

“Setahun lebih bekerja gubernur, sesuai janjinya belum bisa menurunkan angka itu sesuai target yang ada di RPJMD, terkait pengangguran,” tambahnya.

Ia mengatakan, penyumbang terbanyak TPT Jatim merupakan sekolah andalan Pemprov Jatim saat ini yakni SMK. Dikatakannya SMK masih konsisten menjadi penyumbang terbesar angka pengangguran terbuka.

Menurutnya, hal tersebut menunjukkan bahwa Pemprov Jatim melalui Dinas Pendidikan belum mampu merekonstruksi sistem pendidikan vokasi agar selaras dengan kebutuhan industri.

“Sehingga setelah lulus SMK tidak bisa diserap oleh para industri kita. Karena apa? Karena sistem pendidikannya tidak segera dilakukan, dikontruksi ulang untuk mendekatkan antara pola dan pola pendidikan dengan kebutuhan industri, akhirnya pengangguran,” pungkasnya. Nang

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita