Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL PONOROGO

Pamit Cari Rumput, Warga Ngrayun Ponorogo Ditemukan Meninggal di Hutan Bungkal

Pamit Cari Rumput, Warga Ngrayun Ponorogo Ditemukan Meninggal di Hutan Bungkal

PONOROGO, KANALINDONESIA.COM: Warga Desa Pelem, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo dikejutkan dengan ditemukanya Djono (74), seorang petani warga Dukuh Nglodo, Desa/ Kecamatan Ngrayun dalam kondisi meninggal di kawasan hutan milik Perhutani, tepatnya di Petak 121I-1, Dukuh Batur, pada Selasa (24/2/2026) pagi.

Saat korban berangkat dari rumah sekira pukul 06.00 WIB untuk mencari rumput pakan ternak dan kayu bakar. Namun, dua jam berselang, seorang saksi bernama Karji menemukan korban sudah dalam kondisi meninggal dunia.

Kabar tersebut kemudian diteruskan kepada menantu korban, Manto (50), dan perangkat desa setempat. Mengingat lokasi kejadian berada di wilayah hukum Polsek Bungkal meski korban merupakan warga Ngrayun, pihak Polsek Ngrayun segera berkoordinasi dengan Polsek Bungkal untuk proses evakuasi dan olah TKP.

Hasil pemeriksaan medis, Tim Inafis Polres Ponorogo bersama petugas kesehatan dari Puskesmas Bungkal dan Ngrayun langsung melakukan pemeriksaan luar terhadap jenazah korban. Berdasarkan pemeriksaan tersebut, tidak ditemukan adanya bekas luka atau tanda-tanda penganiayaan.

Kapolsek Bungkal, AKP H. M. Anwar Fatoni, mengonfirmasi kejadian tersebut dan menyatakan bahwa penyebab kematian diduga murni karena faktor kesehatan.

“Berdasarkan hasil olah TKP tim Inafis dan pemeriksaan tim medis, kami tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban. Korban diduga meninggal dunia akibat kelelahan saat beraktivitas di hutan, yang memicu serangan jantung atau gangguan kesehatan lainnya,” ujar AKP H. M. Anwar Fatoni.

Lebih lanjut, Kapolsek menambahkan bahwa menurut keterangan keluarga, selama ini korban dalam keadaan sehat dan tidak memiliki riwayat penyakit kronis maupun permasalahan dengan pihak lain.

Setelah dilakukan pemeriksaan di rumah duka, petugas mengamankan sejumlah barang bukti milik korban berupa satu set pakaian batik, celana, dan sebuah topi hijau.

Pihak keluarga telah menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan autopsi lebih lanjut. Jenazah kini telah diserahkan kepada pihak keluarga di Desa Ngrayun untuk proses pemakaman.

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita