BANDUNG, KANALINDONESIA.COM : Wakil Ketua II DPRD Kota Bandung, Dr. H. Edwin Senjaya, S.E., M.M., mengisi tausiyah dalam kegiatan Buka Puasa Bersama dan Tausiyah Ramadhan 1447 Hijriah yang digelar di Kelurahan Batununggal, Jumat (27/2/2026).
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Lurah Kelurahan Batununggal Heny Sukmawati dan Camat Bandung Kidul Amiril Mu’minin, S.T., M.M., beserta warga setempat.
Kegiatan yang mengusung tema “Semoga Ramadhan membawa keberkahan bagi kita semua” itu berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan, serta dihadiri aparatur kelurahan, tokoh masyarakat, dan warga setempat.
Dalam tausiyahnya, Edwin Senjaya menekankan pentingnya memperkuat persatuan, kepedulian sosial, serta menghidupkan ibadah, khususnya shalat malam, sebagai jalan meraih kemuliaan di sisi Allah.
Menurutnya, umat Islam diibaratkan seperti bintang-bintang yang saling terhubung dan saling memberi cahaya. Setiap orang memiliki peran penting dalam membangun komunitas yang kuat, harmonis, dan saling menolong.
“Salah satu amalan yang sangat utama adalah salat malam, dilakukan ketika kebanyakan orang sedang terlelap. Inilah ibadah yang membedakan orang-orang yang bersungguh-sungguh mendekatkan diri kepada Allah dengan mereka yang meninggalkannya,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa bulan Ramadhan merupakan momentum terbaik untuk melipatgandakan pahala. Setiap kebaikan, sekecil apa pun, akan dibalas dengan ganjaran yang besar, terlebih jika dilakukan dengan keikhlasan dan semangat kebersamaan.
Dalam penyampaiannya, Edwin turut menukil kisah-kisah dan hadis para ulama, serta teladan kehidupan Nabi Muhammad tentang pentingnya amal saleh, persaudaraan, dan pengorbanan di jalan Allah.
Salah satu kisah yang disampaikan menggambarkan dua orang sahabat yang sama-sama berjuang dan beramal. Yang satu wafat di medan pertempuran, sementara yang lain meninggal dunia karena sakit di atas tempat tidurnya. Melalui kisah tersebut, jamaah diajak memahami bahwa jalan menuju surga tidak selalu sama bentuknya, namun keikhlasan dan ketulusan amal menjadi penentu utama di sisi Allah.
Majelis ilmu ini juga diisi dengan diskusi, penjelasan makna ayat-ayat Al-Qur’an, serta penguatan pemahaman keislaman. Jamaah diajak untuk terus memperbanyak amal kebaikan, berbagi kepada sesama, dan menjaga semangat ibadah sepanjang Ramadan.
Edwin menutup tausiyah dengan harapan agar seluruh jamaah mampu menghidupkan malam-malam Ramadhan dengan shalat, memperkuat persaudaraan, serta menumbuhkan kepedulian sosial, sehingga kelak termasuk golongan orang-orang yang dirindukan surga. (Fey)

