Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL JATIM

Menunggu Gebrakan Spektakuler PKS Jatim, Pengamat: Kok masih adem ayem ya ?

Menunggu Gebrakan Spektakuler PKS Jatim, Pengamat: Kok masih adem ayem ya ?

SURABAYA KANALINDONESIA.COM Pengurus DPW. PKS Jatim yang baru seperti masih terlihat seperti kerupuk kena angin, ayem dan tak terasa renyahnya. Meski sudah 8 bulan mengomandani PKS Jatim, namun Bagus Prasetia Lelana belum terlihat memberikan nilai lebih untuk PKS Jatim. Bisa jadi nama ini juga belum populer dibandingkan ketua partai lain di Jatim.

Pemilu memang masih jauh, namun kerja-kerja partai yang populis atau menyentuh masyarakat harusnya bisa dibaca secara kelembagaan partai yang akan menjadi daya tarik masyarakat. Resikonya situasi adem ayem ini mau tidak mau akan mendapat atensi masyarakat.

Pengamat politik Surokim Abdussalam mengatakan sejauh ini masih adem ayem, dan dirinya melihat gembrakan yang menghentak di Jatim belum nampak.

“Belum ada gebrakan yang bisa mematik perhatian dan mendapat atensi publik,”jelasnya, jumat (27/2/2026).

Bisa saja ini disebabkan PKS Jatim masih konsolidasi internal.

Namun, kata Surokim, harusnya PKS jatim bisa kembali bersama publik untuk terus mengawal agenda publik strategis di jatim dan kembali bisa menjadi kekuatan penyeimbang kritis yang selama ini jadi kekuatan partai ini.

Sekedar diketahui, Tongkat estafet kepemimpinan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Timur resmi berganti. Dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) VI PKS Jawa Timur yang digelar di Dyandra Convention Hall, Surabaya, Ahad (24/8/2025) lalu.

Bagus Prasetia Lelana resmi ditetapkan sebagai Ketua DPW PKS Jawa Timur periode 2025–2030, menggantikan Irwan Setiawan.
Pergantian kepemimpinan ini ditegaskan melalui prosesi pelantikan, pengucapan sumpah jabatan, serta penandatanganan ikrar jabatan yang dipimpin langsung oleh Presiden PKS, Dr. H. Almuzzammil Yusuf, M.Si. Prosesi tersebut berlangsung serentak bersama Muswil PKS di 38 provinsi seluruh Indonesia. Nang

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita